Atlet Sumut Ikuti Kejurnas Sepatu Roda Dengan Biaya Sendiri

Redaksi - Minggu, 29 November 2015 23:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112015/beritasumut_Atlet-Sumut-Ikuti-Kejurnas-Sepatu-Roda-Dengan-Biaya-Sendiri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Atlet sepatu roda.
Beritasumut.com - Malang tak dapat ditolak. Itulah yang dialami atlet sepatu roda Sumatera Utara (Sumut). Dalam mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda yang juga sebagai Pra PON Jabar 2016 di Bandung, Jawa Barat, 1-6 Desember 2015, harus mengeluarkan sendiri.Pada Kejurnas ini, Sumut berkekuatan 10 atlet putra putri. Mereka itu berasal dari Medan dan Deli Serdang. Atlet tersebut, M Habib Aulia, M Gilang Anugerah, Farel Al Ghazali, M Rohan Tambunan, M Fathurida Arabia Salim, Nasyiatul Aufa Amri, Farahani Difa A, Indira G Farhani, Gusti Julia dan Grimaya Alifa Amri. Sebagai pelatih Anthony Admin yang merupakan asisten pelatih di Bhagasasi Speed Klub Kota Bekasi dan Yasir Gusmantri. Mereka didampingi offisial Prio Utomo dan Bagindo Alfi Syahrin.KONI Sumut hanya membiayai tiga atlet dan satu pelatih, sementara sisanya harus dengan dana sendiri kalau mau ikut kejurnas."Kami terpaksa kesana-kemari mencari bantuan. Untungnya orang tua atlet mau membantu untuk memberangkatkan atlet," kata pelatih sepatu roda Sumut Yasir Gusmantri di Medan, Ahad (29/11/2015).Mirisnya lagi, Pengprov Perserosi Sumut diketuai Anthony Siahaan yang juga Pj Bupati Samosir tak peduli terhadap pembinaan atlet."Tak ada perhatian pengprov baik selama persiapan maupun jelang Pra PON. Kami benar-benar kecewa," katanya.Yasir memaklumi keterbatasan KONI Sumut untuk membantu keberangkatan atlet. Hal ini, disamping minimnya anggaran KONI Sumut, cabang sepatu roda masih dipandang sebelah mata lantaran cabor belum memberi kontribusi medali buat Sumut sepanjang perhelatan PON."Mudah-mudahan yang dialami atlet ada hikmahnya dengan mendulang prestsi membanggakan," tambahnya.Kejurnas memperebutkan 18 medali emas dengan mempertandingkan nomor perorangan 300m, 500m, 1000m, 10.000m, Pant To Point (PTP), 15.000m Eliminasi dan marathon putra-putri. Beregu dengan 5000m relay, 10.000m Tim Time Trail (TTT).Sumut menaruh harapan pada M Habib dan Nasyiatul untuk merebut medali. Kedua atlet ini punya pengalaman di berbagai even regional maupun nasional. Seperti pada Kejurnas Tahun 2014 di Medan, M Habib (juara 5000m) dan Nasyiatul juara 10.000m."Tanpa mengecilkan peluang atletnya, kami optimistis dengan M Habib dan Nasyiahtul membawa pulang medali," jelasnya.Pada kesempatan itu, Yasir mengakui, Kejurnas Pra PON ini menjadi tantangan atlet sepatu roda Sumut. Pasalnya seluruh provinsi di tanah air sudah pasti menurunkan atlet terbaiknya. Kekuatan lawan datang dari Kaltim, Jatim, DKI Jakarta, Jateng dan Yogyakarta."Kami berharap atlet tak terpengaruh dengan kondisi saat ini (kurangnya perhatian pengprov), tapi bisa membuktikan kualitasnya sehingga menjawab keraguan semua pihak," pungkasnya. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait