Beritasumut.com - PS TNI bermaterikan anak-anak PSMS Medan dipastikan pincang saat melawan Persela Lamongan pada lanjutan pertandingan Grup C Indonesia Championship Piala Jenderal Sudirman, di Sidoarjo, Selasa (24/11/2015).
Itu karena mereka kehilangan Suhandi. Gelandang serang ini harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning dalam pertandingan melawan Pusamania Borneo FC itu kehilangan satu pertandingan. Padahal, Suhandi memiliki peran vital bagi timnya. Mau tak mau, pelatih PS TNI Suharto AD harus segera mencari penggantinya.
"Kami kehilangan Suhandi di pertandingan melawan Persela Lamongan nanti. Kami harus akui peran dia memang sangat penting. Tapi, saya akan segera mencari penggantinya," kata Suharto AD, pelatih PS TNI saat dihubungi via telepon selular dari Medan, Ahad (22/11/2015).
Suharto mengaku belum bisa memutuskan siapa yang akan mengisi posisi yang ditinggal tersebut. Ada beberapa nama yang dicoba dalam sesi latihan. Dimas Drajad dan Tri Hardiansyah bergantian diplot menjadi second striker.
"Saya belum bisa memutuskan karena masih harus melihat siapa yang paling tepat mengisi posisi itu. Masih ada latihan lagi. Semoga kami bisa manfaatkan dengan sedikit melatih mereka dengan strategi," ucap Suharto.
Selain absennya Suhandi, PS TNI juga terancam kehilangan Tambun Naibaho. Striker asal Pangururan ini belum ikut latihan.
Pemain yang dipinjam dari PSMS ini masih mengalami cedera setelah mendapat tekel keras dari pemain bertahan Pusamania Borneo FC.
Suharto AD terus memfokuskan Legimin Rahardjo dalam latihan. Untuk mengamankan diri lolos ke fase berikut, PS TNI minimal harus finis dengan tujuh poin.
Di klasemen Grup C, untuk sementara PS TNI berada di puncak dengan raihan 5 poin. Disusul Persib Bandung ditempat kedua dengan tiga poin. (BS-030)