Beritasumut.com - Kabar gembira buat mania cabang gulat Sumatera Utara (Sumut). Mantan Ketua Harian Forki Sumut Rajamin Sirait menyatakan kesiapannya untuk memimpin Pengprov PGSI Sumut Periode 2015-2019.
Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan utusan Pengcab PGSI Kabupaten/Kota di Medan, Sabtu (14/11/2015). Dengan demikian setelah dua tahun fakum lantaran telah habis masa baktinya, organisasi ini kembali memiliki nakhoda.
"Gulat itu cabang olahraga alami. Gulat juga salah satu cabang olahraga tertua di dunia setelah atletik di zaman Romawi kuno. Dan, olahraga yang sangat menjunjung filosofi sportifitas serta secara ilmiah seluruh manusia telah mengalaminya sewaktu kecil. Atas dasar itulah olahraga gulat sebetulnya sangat kental di kehidupan kita," kata Rajamin.
Pertemuan antara Rajamin Sirait dihadiri utusan elemen cabang olahraga seperti Nasional Barus (Tanah Karo), Daslan Gultom (pelatih tim Pra PON Sumut), Basri Sitohang (Binjai) dan Anggi Muda Siregar (Medan). Pertemuan itu sehubungan akan dilaksanakan Musprov PGSI Sumut pekan depan.
Rajamin memberikan tips guna meningkatkan olahraga gulat di mata publik.
"Tidak ada kesuksesan yang tercipta dengan mudah, tentunya untuk meningkatkan citra dan prestasi olahraga gulat diperlukan kerja sama seluruh elemen gulat," jelasnya.
Untuk itu tambah Rajamin, jika nanti dirinya memimpin Pengrov PGSI Sumut, seluruh tokoh dan senioren gulat di Sumut untuk sesering mungkin meningkatkan komunikasi untuk melakukan pembinaan yang lebih intensi lagi.
"Saya percaya untuk 3 atau 4 tahun ke depan tepatnya PON 2020 di Papua pegulat Sumut dapat kembali bersinar seperti seniornya yakni Jusua Sinurat, JHonly Saragih, Dialex Sinaga dan lainnya yang telah membawa nama baik Sumut di even nasional," ungkapnya.
Rajamin juga menyebutkan, untuk mengurus suatu organisasi olahraga agar dapat melahirkan atlet berprestasi sangat diperlukan keikhlasan, memberikan sentuhan secara kekeluargaan serta bekerja sama yang baik oleh seluruh pengurus. Itu adalah kunci sukses dalam melahirkan atlet yang berprestasi.
"Sepengetahuan saya, gulat Sumatera Utara di era 1970 dan 1990-an hingga pertengahan Tahun 2000-an punya prestasi dan pegulatnya disegani oleh provinsi lain. Untuk mengembalikan citra olahraga gulat yang pernah mengangkat nama Sumatera Utara, saya siap memimpin PGSI Sumut," sebut Rajamin dengan serius. (BS-030)