Bermain Tanpa Pola, PSMS Takluk di Stadion Teladan Medan

Redaksi - Sabtu, 07 November 2015 23:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112015/beritasumut_Bermain-Tanpa-Pola--PSMS-Takluk-di-Stadion-Teladan-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
PSMS Medan.

Beritasumut.com - PSMS Medan harus takluk dengan Persipasi Bandung Raya (PBR). Pasukan Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan lawannya melalui tendangan adu pinalti. Legimin Raharjo takluk dengan skor 4-5, di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (7/11/2015).

Pada menit ke 56, Gaston Castano membuat PBR unggul atas PSMS Medan. Melalui umpan matang Ibrahim Conte, Gaston mampu memperdaya Hardiantono. Tendangan kaki kiri yang tidak begitu keras, tidak dapat dijangkau Dhika Bhayangkara. Alhasil skor 0-1 untuk keunggulan PBR.

Melawan PBR, pasukan Suharto AD bermain tanpa pola. Mereka memperagakan sepak bola raprap. Sepanjang babak pertama, Legimin Raharjo dkk hanya menunjukkan semangat bermain. Namun, sepak bola raprap Ayam Kinantan mampu diredam PBR. Terbukti, PBR mampu unggul ketika pertandingan berjalan 56 menit.

Menit ke 88, PSMS Medan mendapatkan hadiah pinalti setelah Aldino dijatuhkan di kotak terlarang. Wawan Febriyanto yang ditunjuk menjadi algojo berhasil mengeksekusi tendangan pinalti dengan baik. Alhasil skor imbang 1-1.

Setelah bermain 90 menit, PSMS Medan dan PBR bermain imbang 1-1. Dengan itu, sesuai kesepakatan, pertandingan ini pun dilanjutkan dengan tendangan adu pinalti. Lima algojo akan mewakili tim masing-masing.

Namun Manajer PSMS Medan Andry Mahyar membantah. Dia mengatakan, kekalahan PSMS melawan Perispasi Bandung Raya karena para pemainnya kurang tenang saat mengambil tendangan pinalti. Namun, secara keseluruhan PSMS sangat baik, karena bisa menguasai laga.

"Kalau dalam 90 menit, pemain sangat bagus. Kami menguasai ball position. Nah, pas adu pinalti, pemain kurang tenang. Saya melihat ini masalah keberuntungan saja. Kekalahan adu pinalti itu ya karena tidak beruntung. Kalau 90 menit, sebenarnya PBR tidak bagus-bagus amat," tegasnya usai pertandingan. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait