Kejuaraan Tinju Ampro Terancam Batal, Kadispora Sumut Dinilai Tak Pantas Terima Penghargaan Haornas

Redaksi - Selasa, 03 November 2015 22:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112015/beritasumut_Kejuaraan-Tinju-Ampro-Terancam-Batal--Kadispora-Sumut-Dinilai-Tak-Pantas-Terima-Penghargaan-Haornas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi
Baharuddin Siagian.

Beritasumut.com - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara (Sumut) Baharuddin Siagian dinilai tidak peduli pada pembinaan olahraga. Hal itu terkait penolakannya untuk menyetujui Kejuaraan Tinju Amatir Profesional (Ampro), padahal anggarannya sudah disetujui dan diverifikasi dalam APBD 2015.

Even tersebut rencananya digelar Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumut pada akhir November 2015. Tapi anehnya, Bahar menolak menandatangani surat rekomendasi untuk pencairan anggaran kegiatan dimaksud.

"Kita tidak tahu apa alasannya kenapa Kadispora menolak usulan yang sudah jelas akan kami laksanakan," ungkap Bidang Binpres IANI Sumut Timbul Hutagalung, di Medan, Selasa (3/11/2015).

IANI sudah mencoba untuk menanyakan hal tersebut ke Kadispora dan memberi penjelasan yang diperlukan seperti profil IANI dan mekanisme even. Namun Bahar enggan mendengarkan penjelasan tersebut dan tetap menolaknya.

"IANI wadahnya jelas secara nasional. Bahkan setara dengan KONI. Kenapa untuk menggelar even dengan anggaran di bawah Rp100 juta dan sudah ditampung di APBD saja malah dihambat," ujar Timbul.

Sikap Kadispora ini dinilai tidak sejalan dengan keberadaannya sebagai pembina yang menerima penghargaan pada peringatan Haornas Provinsi Sumatera Utara Oktober 2015 lalu. 

"Tidak pantas dia terima penghargaan itu. Kami yang membina atlet, tapi untuk membuat even saja malah ditolak," terang Timbul.

Bahar ketika dikonfirmasi wartawan menegaskan tidak akan menyetujui anggaran kegiatan tersebut, tanpa menjelaskan alasannya.

Tak cuma di bidang olahraga, beberapa kegiatan pemuda juga tidak terlaksana karena Baharuddin enggan memberi persetujuan.

Desma Sialagan dari Himpunan Muda Sadar Bela Negara Sumut menyesalkan tindakan tersebut. 

"Dia sudah menghambat aktifitas yang mestinya bisa dijalankan," tegasnya.

Di luar anggaran yang nilainya tak besar itu sebenarnya banyak anggaran besar Dispora yang terlihat mubazir. Namun tetap dijalankan seperti kegiatan Paskibraka dan seremoni Sumpah Pemuda  yang nilainya cukup fantastis. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait