Beritasumut.com - Ketua Umum Asosiasi Sepakbola Kota (Askot) PSSI Medan Iswanda "Nanda" Ramli mengultimatum para pengusaha properti agar jangan menjadikan sarana olahraga khususnya lapangan sepak bola, menjadi kawasan perumahan.
"Siapapun akan saya lawan apabila ada pengusaha yang membeli lapangan sepak bola untuk dibangun properti. Ini merusak generasi kita ke depan," tegas Nanda saat menyerahkan sertifikat kepada para pengawas pertandingan (PP) dan wasit C3 serta C2, di Medan, Ahad (25/10/2015).
Hadir pada acara itu Sekretaris Benny Tomasoa, instruktur M Syarief, pelatih senior Kompol Suryanto Herman, Ketua Komisi Wasit Ardiansyah dan Joni Rakasiwi.
Sepak bola, jelas Wakil Ketua DPRD Medan itu, harus didukung dengan finansial yang kuat. Karena itu, ia akan berupaya agar anggaran sepak bola, khususnya soal pembinaan, bisa ditingkatkan. Tentunya hal ini membutuhkan sinergi dengan Pemko, KONI dan jajaran stake holder serta sponsor agar pembinaan bisa berjalan sepanjang tahun.
Dia juga meminta para PP dan wasit yang telah lulus jangan cepat puas. Ppara PP dan wasit terus mengasah kemampuan agar levelnya terus meningkat.
"Baik buruknya sebuah kompetisi sangat ditentukan oleh wasit dan PP. Maka berupayalah semaksimal mungkin untuk memimpin dengan baik dan jujur," ujar Nanda.
Untuk itu, Nanda berjanji akan menyelenggarakan berbagai kompetisi agar para wasit dan PP pemula bisa segera menerapkan ilmu pengetahuannya.
"9 November ini Dispora bekerja sama dengan Askot akan menggelar kompetisi antarpelajar SMA dan SMP. Kami juga sudah punya planning untuk program 2016. Sejak Januari, kompetisi kelompok umur sudah mulai digelar," janji Nanda. (BS-030)