Beritasumut.com - Ketua Umum Pengprov Gabsi Sumatera Utara (Sumut) H Rudi Rudolf SE MM berharap seluruh stakeholder dapat memberikan dukungan pada Gabsi guna pembinaan.
"Untuk mengembangkan olahraga bridge, pihaknya akan mengandedakan program bridge masuk kecamatan, masuk sekolah dan masuk kampus yang diharapkan dapat menghasilkan bibit-bibit muda," ujarnya pada saat pelantikan Pengprov Gabsi Sumut periode 2015-2019 di Ruang Serba Guna PLN Kitsu Sumbagut, Jalan Katamso, Medan, Sabtu (24/10/2015).
Rudi pun mengucapkan terima kasih untuk sejumlah pihak yang telah banyak mendukungnya. Untuk itu, di masa kepengurusan yang baru dia bertekad untuk bekerja keras agar prestasi bridge Sumut kembali pada level tertinggi.
"Kita baru selesai kejurnas di Aceh dan Pra PON di Batam, namun hasilnya memang belum sesuai harapan. Ke depan, kita akan berjuang maksimal lagi dan terus semangat membina, sehingga PON selanjutnya kita bisa ikut," ujarnya.
Sementara itu, PB Gabsi mengutarakan, Sumut merupakan salah satu provinsi yang mempunyai deretan atlet berprestasi. Apalagi, katanya, beberapa nama terdahulu seperti Toni Batubara hingga Perwira Sakti Lubis alias Bang Ucok yang begitu giat membangun bridge di Sumut.
"Saya katakan Sumut tidak ketinggalan, apalagi atlet juniornya binaan Perwira Sakti atau Bang Ucok yakni, Vila Rosa, Gresila, Tri Suci dan Nurul Husna kan sudah masuk pelatnas bahkan dapat beasiswa juga. Jadi saya harap dengan kepengurusan yang baru bridge Sumut lebih maju dan mampu bersaing," kata Julian Toska.
Lebih lanjut, sambungnya, PB Gabsi kian gencar mendorong semangat olahraga bridge lewat buku berisikan modul serta teori dalam bridge. Sehingga diharapkan, olahraga bridge yang akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018 mampu meraih target sebanyak 5 medali emas dari 11 nomor yang dipertandingkan.
"Kita siapkan nantinya 5 pasang senior dan 3 pasang junior. Dari situ kita lihat kans ada di nomor pasanhan putra, campuran, serta beregu putri dan juga nomor butler," sambung Perwira Sakti Lubis yang juga PB Gabsi sembari mengatakan lawan terberat untuk Asia akan datang dari negara Cina. (BS-030)