Didukung Tim Transisi, Mahal Cup Kembali Digelar

Redaksi - Kamis, 15 Oktober 2015 20:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Didukung-Tim-Transisi--Mahal-Cup-Kembali-Digelar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Konferensi pers persiapan penyelenggaraan Mahal Cup 2016.

Beritasumut.com - Turnamen sepak bola yang pernah menyandang taraf internasional, Marah Halim Cup, kembali digelar awal Januari 2016, di Stadion Teladan, Medan, setelah sempat vakum selama beberapa tahun.

Ketua Yayasan Marah Halim Mukhsin Pohan, di Medan, Kamis (15/10/2015), mengatakan beberapa tim masuk incaran untuk ambil bagian dalam even ini. Rencananya, panitia mengundang finalis Piala Kemerdekaan 2015 seperti PSMS (juara) dan Persinga Ngawi. Begitu pula, enam tim yang tampil di Piala Presiden. Termasuk juga Persija dan Persebaya akan diupayakan ikut Mahal Cup.

"Kami akan menghubungi klub-klub tersebut untuk kesediaannya untuk turut berpartisipasi pada turnamen yang terakhir kali digelar pada 1995," beber Mukhsin Pohan. 

Bahkan beberapa tim besar lain, Persipura dan PSM Makassar, juga berniat ikut serta, namun panitia belum memutuskan mengingat sebelumnya hanya direncanakan mengundang sekitar delapan tim saja.

Rencana Marah Halim Cup digagas sebagai penggalian potensi dan penggalian informasi dari tokoh-tokoh sepak bola yang ada di Sumut, serta saksi-saksi sejarah yang ikut dalam even yang telah melegenda. Even ini sebagai komitmen bahwa pelaksanaan kegiatan Marah Halim Cup harus sukses. 

"Sepak bola Sumut dan Medan harus bangkit. Suksesnya pelaksanaan kegiatan ini juga  dengan adanya kerjasama semua baik pemerintah, pers, masyarakat dan pemerhati sepak bola," ujarnya.

Turnamen Marah Halim yang digelar pada hingga 1972-1985 sudah menjadi even prestisius. Namun sampai saat ini belum digelar lagi.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Sakhyan Asmara yang juga Anggota Dewan Pembina Yayasan Marah Halim menjamin dukungan dari Menpora Imam Nahrawi untuk penyelenggaraan even ini. Bahkan Tim Transisi ingin turnamen ini secepatnya bisa digelar. 

"Menteri sangat antusias dan support pada even ini. Kementerian akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk memberi kemudahan kepada penyelenggara Marah Halim Cup," tutur Sakhyan didampingi pengurus Yayasan Marah Halim lainnya antara lain Akbar Siregar, Dewi Budiati dan Basyaruddin Daulay.

"Turnamen ini kita laksanakan dalam rangka merespon bangkitnya sepak bola Sumatera Utara yang ditandai dengan PSMS menjadi juara Piala Kemerdekaan," tambah Sakhyan.

Yayasan Marah Halim menjanjikan hadiah Rp1,5 miliar kepada juara. Sasarannya, delapan tim besar bisa tampil di turnamen ini. Tim tersebut adalah dua tim finalis Piala Kemerdekaan yakni PSMS Medan dan Persinga Ngawi, 4 tim semifinalis Piala Presiden Persib, Sriwijaya, Mitra Kukar dan Arema serta dua tim bersejarah, Persija dan Persebaya.

"Dengan Marah Halim Cup, diharapkan pembinaan terus berlangsung," tambah Basyaruddin Daulay.

"Marah Halim Cup tetap hidup dan takkan pernah mati," pungkas Dewi Budiati. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

PSSI Sebut Tim Transisi Teror dan Bikin Gaduh Pra PON