Denai Dinilai Tak Pantas Juara Umum Porkot Medan VII

Redaksi - Minggu, 11 Oktober 2015 18:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Denai-Dinilai-Tak-Pantas-Juara-Umum-Porkot-Medan-VII.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi
Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan didampingi Plt Ketua KONI Medan Eddy H Sibarani menyerahkan tropi juara umum kepada Camat Medan Denai.

Beritasumut.com - Keberhasilan Medan Denai meraih juara umum Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan VII Tahun 2015 menuai kritikan dari kecamatan lain. Mereka menilai Medan Denai tak pantas menjadi juara umum karena masih mengandalkan atlet level nasional, perenang M Fachri.

"Kita menilai Denai memang sangat ambisius menjadi juara umum, sehingga mereka mengorbankan misi dari Porkot ini. Porkot bukanlah level yang pantas bagi M Fachri," ujar Ketua Koordinator KONI Kecamatan Medan Helvetia M Ridwan didampingi Sekretaris KONI Kecamatan Medan Johor Marwan Lubis dan Wakil Ketua KONI Kecamatan Medan Timur Nazaruddin Lubis di Medan, Ahad (11/10/2015).

Dijelaskan, pada Porkot 2015 ini, M Fachri berhasil memborong 10 emas dari cabang renang. Jumlah emas yang diraih peraih medali emas Popnas 2015 ini mengalahkan koleksi akhir medali Medan Tuntungan, Polonia, Labuhan, Medan Baru, Petisah, Belawan, Marelan dan Maimun.

"Porkot itu adalah ajang pembinaan dan pencarian bakat. Jadi kalau atlet nasional ambil bagian, sudah pasti bibit-bibit pemula tidak akan pernah muncul. Ini harus menjadi pelajaran kita di masa mendatang," tegasnya.

Sedangkan Sekretaris KONI Kecamatan Medan Johor Marwan Lubis menilai, turunnya M Fachri membuat persaingan di cabang renang menjadi membosankan. Sebelum pertandingan dimulai, sudah diketahui siapa juaranya. 

"Bahkan keberadaan Fachri membuat kecamatan lain tidak mau mengikuti cabang renang. Toh, sudah pasti kalah, untuk apa mengikuti renang," tegasnya.

Johor sendiri bingung dengan peraturan Porkot Medan 2015 ini. Pasalnya di beberapa cabang olahraga lainnya, atlet nasional dilarang untuk ambil bagian, sementara di renang dibebaskan. 

"Kita memiliki atlet berprestasi di bulutangkis, tapi dilarang tampil karena sudah pernah tampil di even nasional. Tapi di renang, kok dibebaskan. Ini artinya ada dua peraturan ganda di Porkot ini," paparnya.

Marwan menambahkan, kejadian ini merupakan pengalaman bagi panitia. Untuk ke depan, dia mendesak agar dibuat satu peraturan khusus yang wajib diikuti oleh semua pengcab. 

"Untuk ke depan kita berharap agar persoalan ini tidak terjadi lagi," harapnya. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Guntur Syahputra Hibahkan Tanah Wakaf 3 Hektar untuk Warga Medan Denai

Olahraga

Rayakan HUT RI, PAC PP Medan Denai Gelar Perlombaan dan Hiburan

Olahraga

PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Kurban 2 Ekor Lembu

Olahraga

Dimarahi Karena Merokok, Pria di Jalan Denai Bunuh Ibu Kandung Sendiri

Olahraga

Tim Safari Ramadan Pemko Medan disambut Antusias di Masjid Al-Ikhlas Medan Denai

Olahraga

Sahuti Minat Masyarakat yang Tinggi, Pasar Keliling Digelar di Dua Lokasi di Medan Denai