Beritasumut.com - Sejumlah 500 pesepak bola usia dini Sumatera Utara (Sumut) mengikuti Grassroots Coaching yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) di Stadion Mini Pancing, Medan, Selasa (29/9/2015). Grassroots Coaching ini merupakan rangkaian dari Acara Festival Olahraga Pendidikan Tahun 2015 di Medan, 28-30 September.
Grassroots yang merupakan program dari FIFA ini, pertama digelar di 5 provinsi yakni Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumut, dan Bali. Sebelumnya, kegiatan ini sukses digelar di tiga kota, yakni DKI Jakarta, Solo, Surabaya, lalu Medan sebagai kota keempat dan Kota Bali menjadi sandaran terakhir kegiatan ini, 9-10 Oktober mendatang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Baharuddin Siagian mengatakan, melalui ajang ini anak-anak selanjutnya dapat mengaplikasikan seluruh pelajaran yang diserap di SSB masing-masing. Program Grasstroots Coaching diharapkan pembinaan terhadap pemain usia dini di Sumut terus berkelanjutan.
“Kita berharap lewat ajang ini, anak-anak bisa berlatih untuk kemudian menjadi kekuatan klub di daerah masing-masing,“ ucapnya.
Kepala Bidang Olahraga Pendidikan Non Formal dan In Formal Asdep Olahraga Pendidikan Kemenpora RI Arman mengatakan, alasan Kemenpora memilih lima kota tersebut, karena dianggap memiliki komunitas sepakbola yang banyak.
“Mengingat anggaran 2015 Kemenpora tidak cukup untuk digelar di seluruh provinsi, kita memilih lima kota saja. Namun kelimanya sudah cukup mewakili seluruh provinsi di Indonesia, apalagi kelima daerah ini memiliki komunitas sepakbola yang sangat melimpah,” kata Arman di sela-sela coaching clinic.
Termasuk alasan Kota Medan dipilih menjadi salah satu panitia penyelenggara karena daerah ini salah satu kontribusi besar dalam menyuplai pemain-pemain nasional selama ini. Selain itu, keberhasilan PSMS menjuarai Piala Kemerdekaan, menjadi salah satu pertimbangan tersendiri. Ia menilai antusias para pemain SSB maupun pelatih dalam mengikuti kegiatan kali ini sangat luar biasa.
“Di Asdep Pendidikan Olahraga Kemenpora ada tiga bidang, pendidikan tinggi, dasar dan menengah, serta non formal in formal. Jadi, ketiga bidang itu otomatis harus melibatkan anak-anak sekolah dalam program ini sekaligus dalam rangka mensosialiasikan kepada mereka. Saya menilai para peserta dari masing-masing SSB di Medan antusiasnya sangat tinggi,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembekalan bagi 46 pelatih dari 25 Sekolah Sepak Bola (SSB), berupa filosofi, coach edikator, karakteristik. (BS-030)