Ada 4 Ganda Campuran Indonesia di 15 Besar Peringkat Dunia

Redaksi - Sabtu, 26 September 2015 22:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Ada-4-Ganda-Campuran-Indonesia-di-15-Besar-Peringkat-Dunia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
badmintonindonesia.org
Praveen Jordan/Debby Susanto.

Beritasumut.com - Pasangan campuran Indonesia kian kokoh di panggung bulutangkis dunia dengan menempatkan empat pasangan di top 15 rangking dunia. Pasangan andalan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir masih menjadi yang terbaik dengan menduduki rangking dua dunia. Disusul Praveen Jordan/Debby Susanto (9), Riky Widianto/Richi Puspita Dili (11) dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (12).

Dikutip dari badmintonindonesia.org, bicara soal tim ganda campuran memang tak lepas dari nama Richard Mainaky, orang dibalik sukses Tontowi/Liliyana cs. Dengan sentuhan tangan dingin kakak kandung Rexy Mainaky ini, pemain-pemain ganda campuran Indonesia menjadi salah satu yang paling ditakuti di dunia. Hanya ada dua negara yang mampu menempatkan empat wakil di top 15. Selain Indonesia, negara raksasa bulutangkis, Tiongkok, juga menyamai pencapaian ini.

Ketika ditanya soal resepnya meramu ganda campuran top dunia, Richard menekankan pentingnya melakukan pembinaan sejak dini, bahkan menyeleksi pemain yang akan diproyeksikan menjadi bintang bulutangkis andal.

“Resepnya ya dukungan dari PBSI untuk program saya dan dalam merekrut atlet-atlet yang tepat ke pelatnas, yaitu atlet yang punya potensi dan prospek bagus kedepannya. Hal ini jelas sesuai dengan harapan para pelatih,” ungkap Richard, Sabtu (26/9/2015).

“Karena program PBSI jelas dan sangat mendukung program pelatih, termasuk dalam pengiriman atlet ke turnamen. Baru periode kepengurusan sekarang saya bisa meloloskan empat pasangan dalam 15 besar rangking dunia. Ini menandakan bahwa ada perubahan yang baik di kepengurusan ini, yang mana pembinaan untuk regenerasi penerus berjalan dengan baik,” imbuhnya.

“Maksimal lima pasang di top 20 itu sudah sangat luar biasa. Semoga program pembinaan bisa berjalan konsisten hingga olimpiade 2020 yang bakal diikuti pemain-pemain muda kita,” tutur Richard mengemukakan ambisinya. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait