Beritasumut.com - PSSI memastikan kompetisi Indonesia Super League (ISL) tidak bisa berjalan di tahun ini. Hal ini karena Polri belum bisa mengeluarkan izin atau rekomendasi kompetisi ini karena adanya surat dari Kemenpora dan belum adanya putusan akhir dari Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).
Dikutip dari laman resmi PSSI, Ahad (20/9/2015), seperti diketahui, PSSI memenangkan gugatan terhadap SK Kemenpora di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), namun oleh Kemenpora mereka masih banding atas putusan tersebut.
"Setelah diputuskan bersama Komite Eksekutif, maka PSSI tidak akan menyelenggarakan kompetisi ISL dalam waktu dekat ini, karena itulah yang diinginkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Keputusan ini merupakan langkah yang tepat untuk bisa dilakukan, karena jika dipaksa berjalan tetap harus mendapatkan rekomendasi, dan itu tidak mungkin," kata Presiden PSSI La Nyalla Mattalitti.
"Pemerintah maunya berjalannya kompetisi tanpa PSSI, dan itu tidak mungkin bisa dilakukan. Kalau ISL dijalankan namun di luar PSSI dan harus berkoordinasi dengan Tim Transisi bentukan Kemenpora, itu berarti melanggar Statuta," paparnya.
Kompetisi ISL sebelumnya direncanakan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia pada Oktober mendatang.
"Jalan satu-satunya menyelenggarakan ISL adalah dengan menunggu hasil akhir PTTUN, sehingga persiapan kompetisi benar-benar pasti. Itu juga disampaikan Mabes Polri. Izin akan keluar kalau sudah ada keputusan inkrah. Kami menurut saja dan tak mau melawan pemerintah atau polisi. Kami mau menegakkan kebenaran," tambah La Nyalla.
La Nyalla menambahkan saat ini Asprov tetap bisa menyelenggarakan Liga Nusantara dan perhelatan Kualifikasi PON 2016.
"Kami mempersilahkan dan mendukung bila Asprov menggulirkan Liga Nusantara atau Piala Suratin pada Tahun 2015 ini," tutupnya. (BS-030)