Beritasumut.com - Di atas kertas Chelsea takkan kesulitan menang di matchday 1 Liga Champions. Tetapi di atas lapangan bisa berbeda. Salah satu faktor yang harus diwaspadai Manajer Chelsea Jose Mourinho adalah adanya "Efek Naismith" kepada timnya.
Dilansir Daily Star, The Blues akan memulai petualangannya di Eropa musim ini dengan menjamu klub Israel Maccabi Tel Aviv di Stamford Bridge, Kamis (17/9/2015) dini hari WIB.
Untuk Chelsea, juara Liga Champions 2012, Maccabi yang bahkan baru dua kali menembus fase grup Liga Champions (2004-05 dan 2015-16) sejatinya bukanlah lawan sepadan.
Akan tetapi, kewaspadaan mutlak diusung “Si Biru” jika menilik startnya di kompetisi domestik--Premier League. Berstatus juara bertahan, Chelsea kini justru terpuruk di posisi empat dari dasar klasemen.
Dari lima pertandingannya di Premier League sejauh ini Chelsea cuma mampu meraih satu kemenangan. Itu pun dengan skor tipis, yakni 3-2 ketika bertamu ke markas West Bromwich.
Hasil terbaik berikutnya dituai ketika berimbang 2-2 dari Swansea City di Stamford Bridge. Selebihnya Chelsea ditundukkan Manchester City, Crystal Palace, dan Everton. Terkecuali City, empat lawan lainnya di atas kertas relatif bukan rival sejajar dengan Chelsea sang juara bertahan.
Hasil itu membuat Chelsea menjalani start terburuk di kompetisi teratas Inggris selepas 1986-87. Dengan kekalahan atas Everton akhir pekan lalu Chelsea sejauh ini juga sudah menelan tiga kekalahan dari lima pertandingan, menyamai jumlah kekalahan mereka sepanjang musim lalu di Premier League. Kekalahan atas Everton juga membuat Jose Mourinho kembali kalah di dua laga beruntun ajang itu selepas Mei 2006.
Kian menyakitkan untuk Chelsea karena kekalahan dari The Toffees tersebut terjadi akibat trigol dari seorang pemain lawan yang sebenarnya bahkan tidak masuk starting XI--Steven Naismith yang masuk di menit ke-9. Naismith menjadi pemain keenam yang mencetak hat-trick sebagai pemain pengganti di Premier League dan baru menjadi pemain kelima yang melakukannya ke gawang Chelsea.
Kendatipun Naismith punya "kegemaran" sendiri menjebol gawang Chelsea, ia telah membuat enam gol lawan Chelsea atau lebih banyak empat gol dibandingkan ke gawang tim lain, pemain 29 tahun tersebut tetaplah sebuah "faktor kejutan". Ia baru masuk setelah Muhamed Besic cedera, tampil luar biasa, dan memberi hantaman teranyar untuk Chelsea yang sedang kurang oke.
Gol pertama dibuat Naismith lewat tandukan dari jarak dekat tanpa pengawalan berarti, gol kedua dari tembakan jarak jauh dari luar kotak, dan gol ketiga ia cetak lagi dari dalam kotak penalti lewat sebuah sudut sempit. Statszone Opta memperlihatkan bahwa Naismith membuat hat-trick tepat dari tiga tembakan yang ia lepaskan sepanjang pertandingan.
Mourinho tahu benar betapa hasil itu melukai timnya, terlebih secara psikologis, khususnya untuk para pemain bertahan Chelsea yang sudah kena "bully" satu pemain lawan yang memulai dari bangku cadangan. Ia niscaya tak mau hasil di akhir pekan itu berefek buruk sampai terus menghantui benak timnya ketika menjamu Maccabi.
"Kami mesti memenangi beberapa pertandingan beruntun. Kami harus membuat pemain tersenyum lagi. Kami butuh kepercayaan diri," kata Mourinho. (BS-030)