Beritasumut.com - Cabang olahraga karate sumbang medali emas buat Sumatera Utara (Sumut) setelah M Fahmi Sanusi (kelas -76 kg) mendominasi atas lawannya Dimas dari Jawa Timur, yang harus puas menerima perak, di GOR DIS JAS AD Cimahi. Medali perak Sumut, disumbangkan karateka lainnya, M Raihan yang tampil kelas +76 kg setelah kalah dari tuan rumah Jawa Barat, Adit.
Official karateka, Pulungan Sihombing mengatakan, peluang Sumut masih terbuka mengingat karateka lainnya masih menanti pertandingan, Selasa (15/9/2015).
"Kharen Ardianta kelas 68 kg dan Dwi Fadillah kelas 53 kg, akan tampil Selasa (16/9/2015). Mudah-mudahan mereka bisa menambah medali," harapnya, Senin (14/9/2015).
Cabor tinju menyisakan lima atletnya, setelah Aulia Bastian Simamora yang tampil dikelas 52 kg kalah angka dari petinju Sulawesi Tengah, Leowildan yang berlangsung di GOR Sasakawa Pajajaran, Bandung. Rekan-rekannya masih tampil, dengan dua diantaranya memastikan diri kebabak semifinal, Rabu (16/9/2015). Yakni, Jeremy Lumbantobing (56 kg) akan berhadapan dengan Octavianus J Bou (NTT), setelah menang angka dari Suwandi (Sulsel). Nasib sama kompatriotnya, Josua Juan Vargas Harianja yang ambil bagian kelas 64 kg akan menghadapi Abdul Malik dari Jabar, setelah menang dari petinju Papua yang didiskualifikasi.
Sedangkan tiga petinju lainnya akan melakoni babak 8 besar, Selasa (15/9/2015). Masing-masing, Harianto Lumbantobing (49 kg) akan berhadapan petinju Sulawesi Tengah, Tri Agung Sakti Hasibuan (46 kg) tantang petinju tuan rumah, Jawa Barat dan Jelly Brazil Simatupang (60 kg) siap hadapi petinju Kalimantan Barat.
Pencak silat membuka asa, setelah dua pesilat putri melaju ke babak semifinal, di Hall Grand Pasundan Hotel, Selasa (15/9/2015). Yakni, Siti Rahmadani Saragih menghadapi Putri Nurutami (Jateng) dikelas A putri 39-43 kg, setelah menang dari Waita (Sulawesi Tengah). Pesilat lainnya, Rizka Andini yang tampil dikelas G putri 63-67 kg bersua Nikadek Puspita Sari (Bali). Rizka melaju setelah menang 5-0 dari pesilat tuan rumah Jabar, Helga Apriyani.
"Silat tinggal mereka berdua. Mudah-mudahan, harapan terakhir silat ini bisa menyumbangkan medali," harap pelatih pencak silat Sumut, Suprapto. (BS-030)