Beritasumut.com – Sudah sepantasnya Sumatera Utara (Sumut) memiliki stadion baru bertaraf internasional dalam upaya menggelorakan cabang sepakbola. Kapasitas Stadion Teladan di pusat kota Medan hanya 20 ribu tempat duduk di mana harusnya bisa ditingkatkan sampai 40-50 ribu tempat duduk .Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Marah Halim H Muchsin Pohan di Hotel JW Marriott, Medan, Sabtu (28/2/2015) menanggapi kunjungan kerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H Imam Nahrawi dan Anggota Komisi X DPR baru-baru ini. Yayasan Marah Halim kata Muchsin siap mendukung Sumut memiliki stadion bertaraf internasional tersebut mengingat Sumut sudah tertinggal dari Sumatera Selatan dan Riau. Apalagi, Sumut hanya memiliki Stadion Teladan yang sudah berusia 62 tahun. Kebutuhan memiliki stadion bertaraf internasional di Sumut, khususnya di Kota Medan, sudah sangat mendesak. Apalagi Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia dan Sumut merupakan salah satu pintu gerbang bagian barat Indonesia ke luar negeri yang tentunya berperan dalam meningkatkan roda perekonomian. "Rencana ini hendaknya didukung semua elemen, bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga pihak swasta. Kalau hanya mengandalkan pemerintah daerah, tentunya realisasinya akan lama terwujud," ujarnya. Yayasan Marah Halim menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menpora dan anggota Komisi X DPR yang mengunjungi Sumut, terutama Stadion Teladan. Tentunya kunjungan mereka melihat langsung sarana prasarana sekaligus memotivasi pemerintah maupun insan olahraga daerah untuk lebih peduli terhadap olahraga. Muchsin mengakui Stadion Teladan sarat dengan sejarah. Selain sebagai tuan rumah PON III/1953, Stadion Teladan juga menjadi saksi sejarah digelarnya turnamen sepakbola internasional Marah Halim Cup. Tak hanya dari deretan Asia, klub dari Australia dan Belanda hingga Lokomotiv Moskow (Rusia) pernah menginjakkan kakinya di Teladan. Belum lagi tim Serie A Sampdoria saat melawan Timnas Indonesia di tahun 1996. "Kini waktu terus berjalan. Banyak harapan besar yang diwariskan untuk melanjutkan tradisi hebat tersebut. Kita tidak ingin seperti bermimpi dalam kondisi yang tidak tertidur. Berharap berprestasi, namun tidak bekerja," sambungnya. "Apalagi pasca-PT Liga Indonesia (BLI) memperlakukan proses verifikasi soal infrastruktur stadion (2008/2009) lalu, sepakbola Medan seperti 'mati suri'. Semoga kunjungan Menpora dan Komisi X DPR menjadi bermanfaat dan membangkitkan harapan Sumut bangkit," kata Muchsin menambahkan Marah Halim Cup akan kembali dilaksanakan. (BS-030)