Beritasumut.com – Syria U-22 berjanji memberikan perlawanan terbaik bagi Timnas U-22 dalam uji coba kedua, Sabtu (14/2/2015), di GOR Delta, Sidoarjo, siaran langsung pukul 18:00 WIB RCTI. Hasil imbang 1-1 di uji coba pertama, Selasa (10/2/2015), membuat pelatih Syria U-23 Muhammad Al Fakeer cukup memahami sepakbola Indonesia.
"Timnas Indonesia dikenal dengan gaya permainan cepat dengan bola-bola pendek serta pressing ketat kepada lawan, namun saya sudah punya strategi untuk memenangkan laga Sabtu," jelasnya, Jumat (13/2/2015), saat technical meeting.
Kepada wartawan, Fakeer juga menambahkan, dalam skuad Garuda Muda dihuni pemain yang skillnya di atas rata-rata adalah Evan Dimas yang dinilainya menjadi roh permainan Timnas Indonesia U-22.
"Saya mewaspadai sosok Evan Dimas. Pemain ini lincah dan mempunyai passing serta umpan yang akurat, sangat berbahaya jika membiarkannya leluasa beroperasi di tengah," katanya.
Lain lagi Pelatih Timnas Aji Santoso. Dia mengakui, dalam uji coba kali ini, concern utamanya adalah melihat koordinasi antar lini. Saat menghadapi tim Pra-PON Jatim, sabtu lalu, anak asuhnya dirasa kurang kompak.
"Saya lihat pemahaman anak-anak sudah mulai jalan. Namun ada beberapa hal yang mesti dipoles lagi. Melawan Suriah besok, kita bisa lihat kekurangan dan kelebihan skema itu," katanya.
Selama menggelar TC, Aji mengakui dia masih kebingungan mencari sosok yang tepat untuk mengisi posisi penyerang.
"Saya masih bongkar pasang pemain yang bisa memerankan sebagai penyerang murni. Ada beberapa pemain baru yang bisa diplot di posisi itu, namun butuh waktu karena mereka baru bergabung dengan tim," tutur Aji.
Pada posisi lini tengah, banyaknya stok pemain berkualitas membuat ia tak bingung menentukan starting line up. Secara bergantian, nama-nama seperti Evan Dimas, Paolo Sitanggang, Ahmad Noviandani, Adam Alis, Hendra Bayauw, Wawan Febriyanto dan nama-nama tenar lain akan bermain bergantian.
"Saya tak ingin terfokus pada kemampuan individu, di lini tengah mayoritas adalah pemain yang jadi andalan di klub-klub masing. Di Timnas yang terpenting adalah kolektivitas tim," harapnya. (BS-030)