Sibuhuan, (beritasumut.com) – Puluhan atlet tinju dari Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara (Sumut) mendatangi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Palas, baru-baru ini.Mereka mendatangi Kantor Dispora Palas terkait minimnya perhatian kepada mereka pada pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Junior/Youth dan Open Tournament Elite se-Sumut untuk memperebutkan Piala Bupati Palas Tahun 2014 yang diselenggarakan Rabu (17/12/2014) hingga Ahad (20/12/2014) lalu.Salah seorang atleit tinju Palas yang mendapat medali emas Rizki Ade Soma mengatakan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan nasib mereka selama berjibaku di atas ring untuk membesarkan nama Palas melalui tinju. "Tidak ada perhatian kepada kami, mulai kami main di ring hingga Palas memperoleh juara umum, kami sama sekali tidak dipedulikan dan tidak diperhatikan, kami hanya dikasih uang saku sebesar Rp50 ribu selama pertandingan," ujarnya.Wahyudi Anto peraih medali emas pada kelas Elite 60 kg, juga kecewa atas minimnya perhatian kepada mereka. Yudi berharap, seluruh atlet di Palas agar lebih diperhatikan, terutama atlet tinju yang sudah mengharumkan nama Palas hingga kancah internasional."Kami minta agar lebih diperhatikan, bukan hasil kami saja yang yang diharapkan, masa makan kami saja selama bertanding selalu pakai telor bulat yang digoreng, puding tidak ada, kami manusia bukan kerbau," kesalnya.Ketua Himpunan Insan Pers (Hipsi) Palas Jayadi Harahap yang juga merupkan official para atlet saat kejurda juga menyesalkan minimnya perhatian Pemkab Palas kepada para atlet khususnya tinju. "Padahal cabang olahraga tinju sudah membawa nama Padang Lawas ke Armenia. Ditambah lagi pada kejurda tinju yang baru digelar ini, Palas unggul sebagai juara umum dengan meraih 7 medali emas," kesalnyaKadispora Palas Ali Jambi Hasibuan tidak berkenan menjelaskan tentang kedatangan para atlet ke kantornya. Ia lebih memilih diam dan meninggalkan awak media yang hendak bertanya. (BS-030)