Medan, (beritasumut.com) – Dinas Pemuda dan Olahraga mendapat sorotan pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popda Sumut) yang dibuka secara resmi di Stadion Teladan, Medan, Jumat (19/6/2014).Informasi diperoleh wartawan, Ahad (22/6/2014), sejumlah atlet, pelatih maupun official kontingen dari berbagai daerah se Sumut mengeluh dengan kondisi menu makanan yang disajikan kepada mereka, sejak sehari sebelumnya."Makanan yang diberikan kepada atlet layaknya seperti makanan bebek. Padahal kan seharusnya panitia menyediakan menu sesuai standar gizi atlet yang akan menghadapi pertandingan," kata Abdi Sabar Samosir, wasit nasional cabang olahraga gulat.Pernyataan senada juga disampaikan kontingen Kota Tanjungbalai, yang miris melihat sarapan pagi atlet, hanya nasi putih dan sedikit sambal teri degan sayur sawi putih. Begitu juga dengan official dari Pakpak Bharat yang tegas menyatakan pihak panitia penyelenggara tidak sanggup mendistribusikan menu layak bagi atlet agar disampaikan secara transparan. "Sampai tadi pagi juga menunya kayak digitu. Padahal sejak kemarin atlet sudah mengeluh dan sampaikan ke pihak Dispora Sumut," katanya.Sementara itu pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut selaku penanggungjawab penyelenggaraan even Popda Sumut, mengakui memang ada persoalan terkait menu atlet tersebut."Ya, benar ada komplin dari atlet. Namun persoalan ini sudah kita bicarakan dalam rapat internal panitia. Pihak kateringnya juga sudah dibreefing dan ditegur," kata Kabid Olahraga Dispora Sumut Darwis Siregar saat dikonfirmasi wartawan.Meski demikian dia menolak membeberkan lebih jauh termasuk siapa pihak yang memenangkan tender katering atlet. Apalagi saat ditanya besar anggaran yang dialokasikan untuk menu makanan atlet pada even tersebut.Beredar informasi, sebagai pemenang tender komsumsi Popda Sumut 2014 adalah Hasan Pulungan. Sebagai perbandingan, pada Popda Sumut Tahun 2010, anggaran untuk komsumsi sebesar Rp650 juta dengan rincian makanan per sekali makan sebesar Rp17.500. Artinya, satu harinya per orang (tiga kali makan = pagi, siang dan malam) sebesar Rp52.500 per hari.Nah, di Tahun 2014 ini, kemungkinan anggaran komsumsinya bisa bertambah. Sayangnya, menu makanan untuk atlet dan offisial tak layak.Imbasnya, kontingen-kontingen harus mengeluarkan kocek pribadi untuk mengatasi bobroknya pelayanan dan menu makanan di ajang Popda Sumut. "Kami mau tak mau harus membeli makanan yang layak. Yach, bertambah pengeluaran," kata Suwarto offisial dari Asahan.Sebagaimana diketahui, Popda Sumut mempertandingkan enam cabang olahraga yang berlangsung 20 hingga 25 Juni. Sebagaimana disampaikan Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Popda Sumut 2014 diikuti 33 kabupaten/kota se-Sumut. Menurut perkiraan event ini bakal diikuti sekira 1.500 peserta yang terdiri atas atlet, pelatih, dan official.Popda Sumut mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni atletik, gulat, bulutangkis, tenis meja, sepak takraw, dan pencak silat. Pertandingan atletik, pencak silat, dan gulat akan digelar di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut di Medan Sunggal, bulutangkis di GOR PBSI Jalan Pancing, sepak takraw dan tenis meja di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Medan Sunggal. (BS-030)