Medan, (beritasumut.com) – Asosiasi Sepakbola Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Utara (Sumut) dinilai gagal menyelenggarakan Liga Nusantara. Kompetisi yang semestinya bisa berjalan dengan baik malah ternoda gara-gara ketidakmampuan PSSI Sumut memenuhi honor wasit. Akibatnya, wasit sering telat hadir, bahkan pertandingan sampai batal karena wasit tidak hadir.Pada Rabu (18/6/2014) yang seharusnya mempertandingan Medan Soccer melawan Gumarang FC, batal digelar karena perangkat pertandingan tidak lengkap."Ini tentu sangat memalukan. Kalau memang tidak sanggup ya hentikan saja, jangan dipaksa untuk terus bergulir tapi tidak sanggup membayar honor wasit. Kalau seperti ini tim yang sudah banyak dirugikan," ungkap Manajer Tim Medan Soccer Azzam Nasution di Medan, Rabu (18/6/2014).Kerugian yang dialami tim tidak sedikit. Selain kecewa karena sudah menghabiskan waktu untuk hadir ke lapangan, mereka juga rugi secara materi. Medan Soccer dan Gumarang sudah mengeluarkan dana transport bagi puluhan pemainnya. Khusus Medan Soccer yang jadi tuan rumah, mereka ditagih dana sewa lapangan hingga perangkat kesehatan. "Tim sangat dirugikan. Kami bisa saja mengklaim kerugian ini ke PSSI. Tapi apa mereka sanggup membayar sementara biaya wasit saja sudah tak dibayar," tegas Azzam.Ia secara gamblang menyalahkan Ketua Umum Asprov yang kurang tanggap dalam menyikapi persoalan ini. Padahal dulu, ketika ditetapkan sebagai ketua umum dan meresmikan digelarnya Liga Nusantara, Kamaluddin berharap agar even ini menjadi momentum kebangkitan sepakbola Sumut. "Kami sudah menyarankan agar Liga Nusantara dikelola oleh badan khusus bukan dikelola langsung oleh Asprov. Sekarang ya seperti ini jadinya. Tidak profesional," tegas Azzam.Kalau tidak bisa mengemas kompetisi dengan baik, lebih baik mundur saja. Karena tugas utama kepengurusan adalah menjalankan roda kompetisi dengan tatanan dan kemasan serta regulasi yang baik. "Jadi jangan asal jadi saja seperti sepakbola Tarkam," tegasnya.Owner Gumarang FC, Hengki Ahmad juga sangat kecewa dengan panitia Liga Nusantara dan Asosiasi Provinsi. Soalnya, telat dalam bertanding sudah sering terjadi gara-gara perangkat yang tak lengkap. Ia menilai asosiasi yang salah dalam menangani persoalan ini. Karena semestinya mereka sudah memastikan terlebih dahulu hak wasit sebelum pertandingan dimulai."Jelas saya kecewa dengan kondisi ini. Kalau begini terus, lebih baik hentikan saja kompetisi ini," tegas Hengki yang sudah berupaya maksimal agar timnya bisa ikut di Liga Nusantara musim ini.Menurut Syahril dari Kumite Kompetisi, pihaknya sudah meminta kepada ketua umum agar kompetisi dihentikan saja karena mereka tidak mampu lagi menanggulangi honor penyelenggara. Namun Kamaluddin sendiri meminta agar kompetisi ini tetap dilanjutkan. Sayangnya, setelah dilanjutkan, biaya-biaya yang tertunggak tak kunjung jelas penyelesaiannya.Akibatnya, ketika Kumite Wasit Ngadiman Asri menetapkan wasit yang bertugas, banyak yang mundur. Seperti kemarin, wasit Maren sebenarnya pengganti wasit yang ditunjuk sebelumnya. Maren sempat menyatakan kesediannya, namun pada hari pelaksanaan, ia tidak hadir. Pergantian juga terjadi di Pengawas Pertandingan (PP) yang sebelumnya ditunjuk Ishak, namun berganti ke Zainal.Ketua Asprov Kamaluddin Harahap tidak mengangkat telepon ketika coba dikonfirmasi mengenai persoalan ini. (BS-030)