Dinkes Asahan Waspadai Penyebaran Malaria di Daerah Pesisir

Redaksi - Kamis, 28 Juli 2016 18:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Dinkes-Asahan-Waspadai-Penyebaran-Malaria-di-Daerah-Pesisir.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Petugas saat melakukan penyemprotan nyamuk malaria

Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan menyampaikan peringatan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir seperti Bagan Asahan, Sei Apung, Sei Kepayang Barat dan Silau Laut untuk mewaspadai penyebaran dan berjangkitnya malaria.

"Menghadapi serangan malaria itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Warga mesti terlibat aktif, dalam upaya pencegahan dini terhadap malaria," kata Kadis Kesehatan Asahan melalui Kasi Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Safrin Sanja SKM dilansir dari laman resmi asahankab.go.id, pertengahan pekan ini.

Malaria, ujar dia, tidak boleh dianggap enteng. Kalau masyarakat lengah, penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Anopheles tersebut dapat berjangkit dengan cepat dan bisa merenggut nyawa.Karena itu, lanjut Safrin, masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk, disertai upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

"Kami juga melakukan sosialisasi, tentang cara pembasmian jentik nyamuk malaria. Penanganan dan cara menghadapi jentik nyamuk harus benar, agar hasilnya efektif untuk mencegah malaria," ungkapnya.

Sejauh ini, pihaknya juga tengah melakukan upaya penyemprotan dinding rumah di daerah endemis malaria sebanyak 4.500 rumah di daerah Bagan Asahan, Sei Apung, Sei Kepayang Barat dan Silau Laut. Dananya berasal dari APBD Kabupaten Asahan.“Upaya itu kita lakukan guna menekan berkembang biaknya penyakit malaria, selain itu sosialisasi juga sudah dilakukan kepada masyarakat agar dapat menjaga kebersihan bersama untuk menangkal berkembang biaknya penyakit malaria,” paparnya.

Sementara untuk jumlah kasus malaria masih dilakukan pendataan. Para petugas saat ini sedang melakukan pendataan di lapangan. Diperkirakan jumlahnya tidak signifikan dibandingkan tahun lalu. “Walaupun kasus malaria tidak ada kenaikan, kita himbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Jika terjadi tanda-tanda kemunculan malaria, kiranya segera menghubungi dan memberitahukan kepada petugas Dinkes,” pungkas Safrin mengakhiri. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Dinkes Asahan Temukan 3 Jenis Nyamuk Anopheles

Kesehatan

Waspadai Cuaca Ekstrim, Rentan DBD dan ISPA

Kesehatan

Anggota DPRD Medan Kunjungi Korban Meninggal DBD

Kesehatan

Pemko Medan Diminta Serius Tanggulangi DBD

Kesehatan

Korupsi Alkes Rp3,6 M, Kadis dan Kasubbag Program Dinkes Asahan Diadili

Kesehatan

Pasien Suspect Ebola Yang Meninggal Ternyata Sakit Malaria Berat