Beritasumut.com-Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumut, Prof Munar Lubis mengatakan, untuk mengetahui vaksin itu asli atau palsu harus dilihat dari serumnya. Jika vaksin yang digunakan adalah palsu, vaksinisasi yang dilakukan tidak akan menciptakan kekebalan tubuh."Kalau dari Depkes kan sudah terjawab. Mungkin pertanyaannya, apakah benar vaksin asli atau palsu itu untuk yang dokter umum atau pribadi," terang Munar Lubis, Jumat (01/07/2016).
Namun begitu, Munar mengatakan, vaksin asli juga sebetulnya dapat tidak bisa menciptakan kekebalan tubuh. Hal itu, terjadi apabila pengiriman atau penyimpanannya tidak secara benar dilakukan."Daya anti bodinya tidak terbentuk. Padahal dari vaksinasi, yang terpenting adalah terbentuknya anti bodi itu," jelasnya.
Untuk mengetahui tubuh sudah terlindungi oleh vaksin, sebut Munar adalah melalui pengecekan darah. Hal itulah yang harus dilakukan untuk mengetahui vaksin yang telah digunakan adalah asli atau palsu."Kalau anti bodinya tidak terbentuk, tidak ada masalah jika divaksin ulang. Tapi kalau sudah, tidak perlu lagi," pungkasnya. (BS02)