Beritasumut.com-Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama mengungkapkan, bahwasanya hingga kini, belum ditemukan adanya korban akibat penggunaan dari vaksin palsu di Sumut. Kendati, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, mengaku pernah mengungkap peredaran vaksin palsu, pada tahun 2014 lalu.
"Kalau ada, kan pasti muncul ke permukaan. Tapi sampai sekarang kita belum ada mendengar adanya korban atas vaksin palsu di Sumut. Apalagi, penemuannya sudah berlangsung 2 tahun yang lalu, jadi negatif," ungkap Agustama, Jumat (01/07/2016).
Laporan dari masyarakat, pun juga, jelas Agustama belum pernah ada yang masuk ke pihak Dinas Kesehatan. Andai kata hal itu benar, tentu saja ujarnya, sudah ada bayi yang terindikasi akibat vaksin palsu tersebut."Tapi alhamdullilah belum ada laporan dari masyarakat. Berarti belum pasti, dan hanya sebagai acuan saja," terangnya.
Menghadapi maraknya isu vaksin palsu yang berlangsung, Agustama mengatakan pihaknya sudah menyurati seluruh Dinas Kesehatan di kabupaten/kota untuk waspada. Namun, hasilnya hingga kini belum ada laporan atas dampak ataupun temuan dari vaksin palsu itu."Pihak BBPOM sudah turun ke RS, mudah-mudahan tidak ada ditempat kita," tandasnya.(BS03)