Beritasumut.com-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menelusuri sepuluh Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada di Sumatera Utara (Sumut). Penelusuran itu untuk melakukan audit investigasi fisik mengenai kemungkinan keberadaan vaksin palsu yang beredar di Sumut.
"Masih dalam penelusuran terhadap kemungkinan keberadaan vaksin palsu itu. Kita sudah datangi sarana kesehatan baik swasta maupun pemerintah. Saat ini baru 10 fasilitas kesehatan yang diaudit, jadi masih ditelusuri," kata Kepala BBPOM Medan, Ali Bata Harahap, Selasa (27/06/2016).
Ali Bata mengakui, BBPOM merasa cukup kesulitan untuk membedakan kemasan vaksin asli dan yang palsu. Karena itu, vaksin yang ada di berbagai fasilitas kesehatan akan diuji kandungannya di laboratorium."Dari kemasan tidak bisa disimpulkan. Makanya kita uji dulu apa kandungan vaksin palsu itu. Kita harus telusuri dari mana mereka dapat, kalau katanya dari Biofarma, akan diklarifikasi ke sana, harus ada dokumen penyerahan. Karena pembelian vaksin itu melalui jalur resmi," paparnnya. (BS03)