Beritasumut.com-Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama Apt menyebutkan, selama kurun waktu 2015, setidaknya ada 205 orang penderita baru kusta di Sumut. Dari data itu, sebanyak 195 penderita di antaranya masih dalam pengobatan.
"Tahun lalu, ada sebanyak 124 penderita yang ditemukan petugas kita yang belum cacat. Nah, seperti inilah yang kita mau. Penderita kusta itu dapat kita temukan sedini mungkin. Sebab, kalau sudah sampai cacat, kecacatannya itu sudah tidak bisa disembuhkan," ujarnya, Kamis (23/06/2016)
Kusta ini sambung dia, bisa menyerang siapa saja yang daya tahan tubuhnya lemah. Selain itu, masyarakat bisa tertular penyakit ini ketika ada kontak yang erat dan lama dengan penderita kusta yang belum diobati.
Agus mengungkapkan, tanda awal kusta ini yakni adanya bercak di kulit yang berwarna putih mirip panu atau kemerahan. Tetapi, tidak gatal dan bila disentuh kurang terasa atau tanpa terasa."Jika sudah mengalami seperti ini, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mengetahui apakah itu tanda awal kusta atau bukan," tandasnya.
Menurut Agus, ada dua jenis tipe kusta yakni tipe Pausi Basiler (PB), dan Multi Basiler (MB). "Untuk jenis MB, ini merupakan jenis kusta yang menular dan pengobatannya selama setahun. Kalau PB, ini jenis yang tidak menular dan pengobatannya selama enam bulan," tandasnya.(BS03)