Beritasumut.com-Manahan diri dari aktivitas makan minum saat berpuasa, ternyata banyak menghasilkan manfaat penting bagi kesehatan. Penelitian membuktikan, tidak ditemukan efek merugikan akibat berpuasa apabila dijalankan dengan ketentuan yang baik dan benar.
Hal ini diungkapkan praktisi kesehatan, dr Delyuzar. Dia mengatakan, puasa justru dapat mencegah berbagai penyakit. Ketika seseorang berpuasa, secara otomatis makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh berkurang. Ini adalah cara efektif untuk mengurangi bahkan menghilangkan racun, seperti nikotin, polusi udara, lemak, hingga kolestrol berlebih selalu yang dikonsumsi berbulan-bulan selama ini.
"Penyakit hiperkolestrol yang didapati dari konsumsi daging, seafood, soft drink, dapat menimbulkan penyakit jantung koroner, stroke dan sebagainya. Itu semua bersumber dari makanan modern yang umumnya dikonsumsi masyarakat kita hari ini. Penyakit akibat pola makanan yang salah itu dapat dicegah dengan berpuasa yang baik dan benar," ungkap Delyuzar di Medan, Selasa (21/06/2016).
Dosen Fakultas Kesehatan USU ini mengungkapkan, puasa yang dimaksud bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus. Menahan diri dari amukan emosi, pikiran, dan perbuatan yang negatif. Dengan demikian, lanjutnya, tubuh akan mengatur asam lambung yang tidak berlebihan, yang seringkali menjadi sumber penyakit maag.
"Puasa sudah tentu menahan lapar dan minum. Namun, waktu berbukanya tidak berbuat berlebih-lebihan, sehingga dapat mencegah datangnya penyakit jantung dan stroke, asam urat, gangguan persendian hingga kolestrol," tutur dr Delyuzar.
Dia juga menambahkan, puasa diyakini dapat memperlancar aliran darah dalam tubuh. "Karena saat berhenti aktivitas makan minum dengan sementara, saluran cerna jadi punya waktu beristirahat memperbaiki sistem pencernaan jika ada gangguan. Jadi di saat berpuasa, organ saluran pencernaan dapat bekerja menjadi lebih ringan," pungkasnya. (BS08)