Bau Mulut Saat Berpuasa? Cegah dengan Ini

Redaksi - Jumat, 17 Juni 2016 17:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062016/beritasumut_Bau-Mulut-Saat-Berpuasa--Cegah-dengan-Ini.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ilustrasi
Bau Mulut

Beritasumut.com-Menghadapi masalah bau mulut saat berpuasa, memang tidak mengenakkan. Problem yang kerap dihadapi saat berpuasa ini, ternyata bisa menurunkan percaya diri seseorang ketika berkomunikasi. Oleh karena itu, kondisi ini tentu perlu disiasati. Supaya di saat menjalankan puasa, mulut terhindar dari bau tidak sedap.

Dokter Gigi di Artdenta Clinic, drg Fitri Medina mengungkapkan, "Supaya ibadah puasa di bulan Ramadhan lancar tanpa bau mulut, seharusnya kondisi kesehatan dan kebersihan gigi harus benar-benar diperhatikan," ungkapnya kepada wartawan di Medan, Jum'at (17/06/2016) .

Menurut drg Fitri, salah satu penyebab bau mulut adalah adanya gigi ataupun organ mulut yang bermasalah. Untuk itu, dia menyarankan agar berkonsultasi ke dokter gigi sebelum berpuasa. Sebab, jika gigi bermasalah, seperti berlubang, suka berdarah karena karang, kemudian busuk, itu bisa menyebabkan aroma mulut menjadi tidak enak.

“Harusnya, sebelum Ramadhan dibawa ke dokter gigi dulu. Karena kalau gigi sehat dan tidak berlubang, maka tidak akan bau,” katanya. Namun, bagi yang terlanjur belum memeriksakan giginya ke dokter, drg Fitri berbagi tips yaitu dengan menyikat lebih extra ketika membersihkan gigi dengan pasta dan obat kumur yang tepat.

"Menyikat gigi itu cara sederhana membersihkan kotoran lunak pada permukaan gigi dan gusi. Jadi usahakan pakai sikat yang lembut di sisi atasnya," terangnya.

Drg Fitri mengungkapkan, kerusakan gigi berawal dari sisa-sisa makanan yang dibiarkan. Sehingga lama-kelamaan terjadi pembusukan. Sisa makanan akan membuat kuman berada di rongga mulut berkembang dan berbau asam.

“Itulah yang menyebabkan kerusakan gigi. Selain itu bakteri dapat menyebabkan infeksi pada jaringan gusi, sehingga bisa masuk ke aliran darah dan dapat berakibat lanjut yang menyebabkan peradangan di bagian tubuh lain, seperti ginjal, sendi, sakit kepala dan organ tubuh lainnya,” paparnya.

Dianjurkannya, agar sebelum berpuasa, perbanyak konsumsi air putih sebanyak 8 hingga 10 gelas sewaktu berbuka hingga sahur. "Karena selain menyikat gigi teratur, konsumsi air putih yang seimbang akan meningkatkan produksi saliva, dan mulut terjaga kebersihannya. Sehingga, dapat membantu mencegah terjadinya bau mulut di siang hari," pungkasnya. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemerintah Bakal Percepat Izin Impor Daging Sapi dan Kerbau

Kesehatan

Hadiri Silaturahmi Bunda Kandung dan Gebyar Budaya Minangkabau, Walikota Pematang Siantar Disambut Tari Galombang

Kesehatan

Pemerintah Putuskan Larang Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

Kesehatan

Berenang di Danau Toba, Pekerja Proyek Jembatan Tano Ponggol asal Jawa Barat Tenggelam

Kesehatan

Ketua KADIN Medan Ajak Wajib Pajak Laporkan SPT Tepat Waktu

Kesehatan

Menkeu Tetapkan PMK Denda dan Dana Kompensasi untuk Jaga Kebutuhan Batu Bara Dalam Negeri