Mahasiswa UNAIR Temukan ‘Selaput Penutup’ untuk Atasi Kelainan Dinding Perut yang Terbuka

Redaksi - Jumat, 10 Juni 2016 22:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062016/beritasumut_Mahasiswa-UNAIR-Temukan--Selaput-Penutup--untuk-Atasi-Kelainan-Dinding-Perut-yang-Terbuka.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Mahasiswa UNAIR Temukan ‘Selaput Penutup’ untuk Atasi Kelainan Dinding Perut yang Terbuka

Beritasumut.com-Sebanyak lima mahasiswa program studi Teknobiomedik, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Airlangga, dalam inovasi penelitiannya berhasil membuat selaput penutup organ pencernaan untuk menangani kasus gastroschisis, yaitu kelainan dinding perut yang terbuka.

Di Indonesia, umumnya kasus gastroschisis banyak menimpa bayi yang baru lahir, dan berisiko tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, kehamilan pada usia sangat muda masih banyak terjadi akibat pernikahan usia dini. Karena disparitas yang tinggi, kondisi ibu melahirkan disertai dengan kekurangan asupan gizi pada saat kehamilan, mengakibatkan dinding perut bayi terbuka.

Untuk menangani kasus gastroschisis, inovasi yang ditawarkan oleh mahasiswa UNAIR adalah menutup selaput penutup organ pencernaan yang bersifat sementara sampai operasi penutupan abdomen pada bayi dilakukan. Tindakan ini dikenal dengan menggunakan teknik SILO (silastic springs-loaded silo).

Di bawah bimbingan pengajar Teknobiomedik FST UNAIR Dr Prihartini Widiyanti drg MKes, kelima mahasiswa yaitu Karina Dwi Saraswati (22), Fadila Nashiri Khoirun Nisak (22), Inas Fatimah (22), Fulky A’yunni (21), dan Claudia Yolanda Savira (21), berhasil mendapatkan dana program kreativitas mahasiswa kategori penelitian eksakta (PKM–PE) dari Dirjen Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti.

Proposal PKM–PE yang berhasil lolos pendanaan Dikti itu berjudul Studi In Vivo Poly-Lactid-Co-Glicolic-Acid (PLGA) dengan Coating Kitosan Sebagai Selaput Penutup Organ Pencernaan Untuk Aplikasi Kelainan Dinding Perut Yang Terbuka.

Karina selaku ketua tim menerangkan, pada umumnya SILO tersebut dibuat dari bahan dasar silikon yang bersifat toksik. Sebagai inovasi, kelima mahasiswa FST UNAIR tersebut berhasil membuat selaput penutup organ pencernaan yang terbuat dari bahan Poly-Lactid- co-Glicolic-Acid (PLGA) dilapisi Kitosan yang bersifat biokompatibel (dapat diterima oleh tubuh) dan tidak mengandung senyawa toksik.

“Pemilihan material PLGA ini dikarenakan sifat PLGA tersebut elastis, biokompatibel, serta tahan degradasi dalam waktu yang cukup lama. Selain itu penambahan coating atau pelapisan kitosan ini dimaksudkan untuk meningkatkan biokompatibilitas, meningkatkan proliferasi dan cell attachment. Harapannya, selaput penutup organ pencernaan dapat menutup organ pencernaan sementara sampai pada saatnya dimasukkan kembali ke dalam rongga abdomen,” papar Karina dilansir dari laman resmi ristekdikti.go.id.

Hasil pengujian gugus fungsi menunjukkan bahwa meningkatnya pita serapan pada bilangan gelombang 1747,50 cm yang merupakan gugus amida I menunjukkan keberadaan kitosan yang terbentuk bersama PLGA. Hasil kekuatan tarik untuk setiap variasi adalah 4,78 MPa (PLGA) dan 12,96 MPa (PLGA-kitosan). Hasil uji Sitotoksisitas PLGA-Kitosan menunjukkan persentase batas minimal sel hidup yaitu lebih dari 60%. Ini menandakan bahwa membran Spring-loaded silo ini tidak bersifat toksik. Selain itu, dari hasil uji Morfologi tidak terlihat pori pada permukaan ilo yang dikarenakan pori membran sangatlah kecil.

Ukuran pori ini sesuai untuk diaplikasikan sebagai selaput penutup sementara organ pencernaan yang memiliki ukuran pori 0,1–10 mikro. Pada saat ini diakui masih dalam tahap pengujian pada hewan coba, tetapi berdasarkan hasil uji secara in-vitro, membran Poly-Lactid- co-Glicolic-Acid (PLGA) yang dilapisi kitosan memiliki potensi sebagai kandidat selaput penutup organ pencernaan yang baik. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Sidang Perdana Gugatan PT TSI Terhadap Bank Mandiri Digelar, Tergugat Tak Hadir di PN Medan

Kesehatan

CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore

Kesehatan

SSB Tunas Muda U-9 Raih Juara III

Kesehatan

AI Bisa Membuat Gambar, Namun Hanya Manusia yang Bisa Menciptakan Makna

Kesehatan

Pameran Foto Bencana Prahara Pulau Emas Jadi Ruang Diskusi Mitigasi Bencana

Kesehatan

Changan Deepal S05 dan Nevo Q05 Hadir di Medan, Andalkan Pilihan SUV Elektrifikasi