Beritasumut.com-Menjelang buka puasa, godaan sajian makanan yang terhidang kadang membuat kita langsung ingin menyantapnya. Padahal, keadaan seperti ini justru bisa membuat bahaya bagi kesehatan.
Dokter spesilias penyakit dalam dan ahli diabetes RSUP Haji Adam Malik Medan, dr M Aron Pase SpDP mengatakan dengan tidak mengontrol makanan khususnya saat berbuka puasa bisa sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki penyakit kolestrol. Pasalnya, tanpa menjaga pola makan penyakit tersebut bisa menjangkiti tubuh.
“Ya, bulan puasa ini memang yang perlu diwaspadai itu salah satunya adalah kolestrol. Jangan sampai bulan puasa ini yang harusnya ibadah malah menjadi penyakit,” katanya kepada wartawan, Rabu (08/06/2016) di Medan.
Lebih lanjut, Aron menjelaskan, pada prinsipnya berbuka puasa itu jangan langsung mengonsumsi makanan cepat saji atau berlemak. Karena jenis makanan tersebutlah yang memicu penyakit kolestrol itu bisa sampai terjadi. “Lebih baik terlebih dahulu memakan makanan yang ringan. Karena untuk berbuka puasa, tidak boleh langsung memakan makanan yang berat,” ujarnya kembali.
Makanan yang ringan itu, sambung Aron, seperti, air putih hangat, serta makanan yang manis-manis seperti buah kurma. Jikalau langsung memutuskan makan makanan yang berlemak saat berbuka puasa, maka hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diproses dalam tubuh, sehingga dikhawatirkan dapat menumpuk kolestrol.
“Itulah yang sering terjadi pada masyarakat. Umumnya tidak sabar dan langsung ingin langsung menyantap makanan sebanyak-banyak hingga kekenyangan. Sebenarnya yang terpenting dalam makan itu adalah gizi yang seimbang,” tegasnya.
Begitupun dengan makan sahur, Aron, menjelaskan konsumsi makanan harus cukup energi bagi tubuh. Dianjurkan kalori yang dimakan jumlahnya antara 1500 hingga 1800 kalori.“Yang dikeluarkan oleh tubuh dari pagi sampai malam jumlah kalorinya juga segitu. Meskipun yang dikonsumsi kurang, tetapi biasanya tubuh masih memiiliki cadangan energi yang dapat bertahan hingga satu minggu lamanya,” pungkasnya. (BS03)