Lily Rahmawati : Manfaat ASI Bukan Sebatas Untuk Anak

Redaksi - Minggu, 22 Mei 2016 21:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Lily-Rahmawati---Manfaat-Asi-Bukan-Sebatas-Untuk-Anak.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ilustrasi
Ibu sedang menyusui

Beritasumut.com-Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi.Menurut dokter RS Malahayati Lily Rahmawati, manfaat ASI tidak hanya sebatas untuk anak, tapi ASI juga memiliki manfaat untuk Ibu yang menyusui. Di antaranya, dapat mempercepat proses penyembuhan melahirkan/masa nifas, selanjutnya memberikan ASI dapat membantu ibu agar percaya diri dalam mengurus bayinya.‪"Sehingga dapat membantu mempercepat bentuk badan kembali seperti semula,” ujarnya.‪Lily menyebutkan, beberapa studi melaporkan bahwa menyusui dapat membantu ibu mengurangi risiko penyakit kanker payudara, kanker rahim dan ovarium, serta tekanan darah tinggi. Bahkan menurut studi National Institutes of Health Women’s Health Initiative, ibu yang menyusui selama 7-12 bulan setelah melahirkan memiliki resiko penyakit jantung yang lebih rendah.‬‪Dijelaskannya kembali, pembentukan ASI sudah dimulai pada kira-kira usia kehamilan ibu 20 minggu. Di sini mulai terjadi pembesaran dan penambahan alveolus serta lobulus yang nantinya akan memproduksi ASI."Sel-sel penghasil ASI ini sudah aktif sejak hamil namun belum siap untuk menyusui," tambahnya.‪Hal ini terjadi karena kerja hormon perangsang produksi ASI (prolaktin) masih ditekan oleh hormon kehamilan yaitu progesteron dan estrogen. Rangsangan prolaktin akan jauh lebih besar saat bayi lahir nanti ketika hormon kehamilan yang semula menekan, menjadi turun jumlahnya segera setelah plasenta keluar.‬‪“Tetapi hormon kehamilan tersebut masih tersisa sedikit di peredaran darah sehingga aktivitas penekanan minimal terhadap kerja prolaktin masih ada. Itulah mengapa ASI permulaan (kolostrum) pada 1-2 hari pertama masih sedikit dan orang awam sering mengartikan belum keluar. Padahal sebenarnya kolostrum sudah keluar begitu bayi mulai menyusui,” katanya.‬Produksi kolostrum menyesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas lambung bayi baru lahir yang masih sedikit. Faktor yang sangat mempengaruhi lancarnya proses menyusui adalah isapan bayi selain kemauan ibu. Oleh karena itu maka proses yang harus dilakukan sebagai perangsang kuat yang nantinya dapat membantu keberhasilan menyusui adalah melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang segera dilakukan begitu bayi lahir minimal 1 jam di dada ibu.‪"Semakin sering bayi menyusu, akan semakin banyak pula ASI yang dihasilkan dan dikeluarkan," pungkasnya.‬ (BS02)


Tag:
ASI

Berita Terkait

Kesehatan

Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Kesehatan

Pertamina Sumbagut Berikan Layanan Porter Gratis bagi Pemudik di Bandara Kualanamu

Kesehatan

Drama Kartu Merah dan Kontroversi, PSMS Tumbang 1-2 vs Bekasi City

Kesehatan

Rekor Kandang Bekasi City Dipertaruhkan, PSMS Siap Curi Poin

Kesehatan

Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025