Dinkes Sumut Gagas RTK untuk Keselamatan Bumil

- Kamis, 12 Mei 2016 18:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Dinkes-Sumut-Gagas-RTK-untuk-Keselamatan-Bumil.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ilustrasi
Ibu Hamil
Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) menggagas pembangunan Rumah Tinggal Kelahiran (RTK) bagi ibu hamil (bumil) kepada Dinkes di tiap Kabupaten/Kota.

Disampaikan oleh Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinkes Sumut Afwan Lubis, RTK merupakan struktur rumah lengkap yang digunakan sebagai tempat pemeliharaan iu hamil yang akan melahirkan. "RTK bentuknya seperti rumah yang disewakan. Di dalamnya ada kamar, air bersih, tim medis, serta dekat dari fasilitas kesehatan (faskes)," terang Afwan kepada wartawan di Medan pada Kamis (12/05/2016).

Dia menyampaikan, adanya RTK diharapkan bidan dapat terus memantau ibu hamil yang akan melahirkan di daerahnya. Bumil yang boleh diinapkan di RTK adalah bumil yang dijadwalkan 2-3 hari lagi akan melahirkan. Syaratnya bumil tersebut memiliki KTP atau kartu Jaminan Kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Bidan yang bertanggung jawab memeriksa dapat membawa Bumil ke RTK beserta dua pendampingnya.

"Siapa saja yang tinggal di RTK ini harus diketahui oleh petugas kesehatan di faskes terdekat, juga aparat setempat semisal kepala desa, PKK, hingga petugas di Kecamatan setempat juga harus mengetahui lokasi dan aktivitas di RTK tersebut. Jadi ada koordinasi," tambah Afwan. Dia menyebutkan, tujuan dibentuknya RTK itu agar tidak ada lagi persalinan dilaksanakan di rumah penduduk namun dilakukan di fasilitas kesehatan.

"Ini kita lakukan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Karena kemungkinan masih ada yang melahirkan di rumah terutama di daerah yang kondisi geografisnya sulit dijangkau tenaga kesehatan, dan faktor lainnya," tegasnya.

Sebelumnya, Kabid pelayanan kesehatan Dinkes Sumut dr Retno Sari Dewi mengatakan, hingga Oktober 2015 di Sumut, sebanyak 175 Angka Kematian Ibu (AKI) dari 146.173 kelahiran hidup. Angka itu merupakan jumlah kematian dalam wilayah tertentu seperti di Sumut dalam kurun waktu tertentu per 100 ribu kelahiran hidup. Kematiannya karena dengan kehamilan, persalinan dan pasca persalinan.

dr Retno mengatakan, "Angka kematian bumil itu akan kita tekan. Penyakit yang diderita ibu hamil yang akan melahirkan, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan lain-lainnya sangat mempengaruhi. Untuk itu kita berharap, perlunya ibu hamil melakukan pemeriksaan selama 4 kali. Pemeriksaan dilakukan satu kali di triwulan pertama, satu kali di triwulan kedua dan dua kali di triwulan ketiga," paparnya. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pegawai Dinas Kesehatan Medan Rayakan Natal dengan Khidmat dan Penuh Sukacita

Kesehatan

Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026

Kesehatan

Hari Kesehatan Nasional ke-60, Dinkes Medan Dorong Jaga Kesehatan Bersama

Kesehatan

Meski Belum Ada Temuan di Medan, Dinkes Medan Imbau Masyarakat Waspada Monkeypox

Kesehatan

Cuaca Panas, Dinas Kesehatan Imbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kesehatan

Dinkes Medan Targetkan Obati 18.000 Penderita TB