Beritasumut.com-Koordinator Pengendalian Tembakau Yayasan Pusaka Indonesia OK Syahputra Harianda mengungkapkan bahwa pihaknya menolak dengan tegas Pameran World Tobacco Process and Machinery (WTPM) yang merupakan Pameran Industri Tembakau Dunia yang dilaksanakan di Jakarta Internanational Expo Centre.Kegiatan yang dilangsungkan pada, Kamis (28/04/2016) lalu itu dikatakannya, dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah para perokok yang ada di tanah air. "WTPM memamerkan mesin-mesin pembuat rokok berkelas dunia. Dikhawatirkan akan menambah jumlah produksi rokok di Indonesia dan menggantikan para pelinting rokok dengan tangan. Bila jumlah rokok meningkat, dikhawatirkan jumlah perokok juga akan meningkat drastis," ungkapnya, di Medan, Minggu (01/05/2016).OK menjelaskan, kegiatan itu merupakan topeng para industri rokok. Walaupun kegiatan itu sebutnya hanya sebatas pameran mesin pembuat rokok, tetapi justru akan mendorong dan menkampanyekan budaya untuk merokok. "Kita merasa khawatir pameran ini akan menyampaikan pesan yang salah, lagi pula di dunia internasional, industri tembakau adalah industri yang cenderung dikucilkan dan tidak mendapatkan tempat untuk melakukan pameran bertaraf internasional," jelasnya. Untuk itu pemerintah katanya, harus secara tegas menolak adanya pameran tersebut. Karena dari sisi kebijakanpun kegiatan ini sudah mencederai peraturan yang berkaitan dengan Kawasan Tanpa Rokok.Seperti diketahui kegiatan serupa juga pernah dilakukan di Indonesia pada tahun 2012 dan tahun 2014, dengan kegiatan world Tobacco Asia 2012 di Jakarta. Kegiatan itu menuai berbagi protes dari mahasiswa dan aktivis yang peduli kesehatan masyarakat sehingga panitia pelaksana berjanji tidak akan kembali ke Indonesia untuk melakukan kegiatan yang sama.(BS07)