Beritasumut.com-Anak ke empat pasangan suami istri Sumardi Sipayung (43) dan Herlina Sihotang (39) lahir tanpa memiliki tulang anus (atresiano).Setelah lima hari kelahirannya, sang buah hati yang diberi nama Martha Sipayung harus menjalani operasi di RSUP H Adam Malik, Kamis (28/04/2016). Warga Kabupaten Simalungun ini menjalani penanganan intensif tim medis mulai pukul 09.00 WIB-10.15 WIB.Setelah itu, bayi mungil tersebut langsung dirawat di ruang perinatologi.Kasubag Humas RSUP Haji Adam Malik Sairi Saragih ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa bayi Sumardi itu sudah melakukan operasi. Pasca operasi kondisi bayi saat ini katanya, tidak spontan sehingga butuh bantuan pernafasaan pentilator.Sairi melanjutkan, bayi itu dioperasi selama sekitar 1 jam 15 menit dan belum sadarkan diri pasca dilangsungkannya operasi itu. Oleh karenanya pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap bayi, melalui tim medis yang tergabung dalam operasi berupa dokter bedah anak dan dokter anastesi."Kita akan terus memantau kesehatan bayi. Sebenarnya kasus seperti ini sudah lumayan banyak masuk ke RSUP Haji Adam Malik," katanya.Sumardi ayah Martha mengatakan, putrinya lahir pada Sabtu (23/04/2016) lalu di rumahnya dengan bantuan seorang bidan.Kelahiran putri keempatnya ini berjalan normal, akan tetapi dua hari kemudian, diketahui bayinya memiliki kelainan yakni tidak mengeluarkan air seni.Karena itu, ia membawa anaknya ke klinik terdekat. Oleh klinik bayi tersebut diminta dirujuk ke rumah sakit umum di Simalungun, dan kemudian dirujuk ke RSUP H Adam Malik pada Rabu (27/04/2016)."Kalau di rumah ia lahir sehat. Selama ini, istri juga makan dengan cukup dan tidak ada masalah kesehatan," ujarnya.Sementara itu, menurut dr Makmur Sitepu SpOG (K) terjadinya atresiano disebabkan adanya kelainan waktu pembentukan anus di tiga bulan pertama kehamilan."Ini bisa dikarenakan faktor genetik atau bawaan. Juga bisa kesalahan pertumbuhan dengan memakan makanan berbahaya atau obat obatan," pungkasnya.(BS02)