Beritasumut.com-Kasus Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) kerap terjadi di masyarakat setiap tahunnya. Menyikapi hal ini, Dokter spesialis kandungan RSUP H Adam Malik, dr Sarma Lumbanraja, M.Ked (OG), Sp.OG (k) mengungkapkan banyak faktor yang memungkinkan untuk terjadi KJDK. Oleh sebab itu setiap ibu hamil diharapkan patut untuk berhati-hati saat mengandung."Ada banyak faktor menyebabkan hal itu. Bisa berasal dari ibunya, namun bisa juga berasal dari bayinya," ungkapnya pada Rabu (27/04/2016). Sarma menjelaskan, faktor penyebabnya adalah faktor maternal (yang berasal dari ibu), faktor janin, serta faktor yang berasal dari plasenta (ari-ari)."Kalau faktor dari ibu antara lain berupa penyakit infeksi baik kronis ataupun akut. Selain itu darah tinggi, mual-mual sampai kejang-kejang juga memungkinkan KJDK bisa terjadi. Ari-ari yang lepas juga tak jarang membuat KJDK bisa berlangsung. Hal ini umumnya dikarenakan pada saat hamil, perut si Ibunya diurut (pijat)," tegasnya.Sarma mengakui, di masyarakat sangat biasa pijat pada ibu hamil apalagi kalau diketahui bayinya dalam kondisi sungsang. Masyarakat beranggapan jika perut ibu hamil harus dikusuk, padahal ini dapat membuat plasentanya lepas atau bayi terjerat tali pusarnya sendiri ketika persalinan dilakukan.Sementara pada bayi sendiri, sambung Sarma, umumnya dikarenakan adanya cacat bawaan janin. Ini terjadi sebab para ibu hamil mengkonsumsi obat-obatan yang tidak direkomendasikan oleh tenaga medis. "Kelainan bawaan itu yang paling banyak terjadi selain infeksi dari ibunya ke anaknya. Tapi ada juga yang karena ari-arinya tidak cukup memberikan makanan," tegasnya.Mengenai KJDK, Sarma menghimbau agar setiap kehamilan dapat dilakukan dengan perencanaan yang matang dari kedua orangtua. Pola makan dan pola hidup Sang Ibu harus benar-benar dijaga. Konsumsi alkohol dan rokok harus dihindari karena pengaruhnya sangat besar. "Sebulan sebelum hamil, disarankan memakan asam folat. Ini untuk mencegah cacat tabung saraf. Selain itu ikuti terus perkembangan kehamilan, supaya bisa mempersiapkan kesehatan anak yang baik," pungkasnya. (BS01)