Beritasumut.com-Penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Sumatera Utara (Sumut) makin meningkat.PJK merupakan penyakit pembunuh nomor 1 di dunia.Di RSUP H Adam Malik, setiap harinya sebanyak 70-100 orang melakukan rawat jalan karena penyakit tersebut.Dokter spesialis penyakit jantung dr Refli Hasan SpPD SpJP(K) mengungkapkan, saat ini jumlah penderitanya di Sumut sudah semakin banyak. "Jadi kasusnya sudah semakin banyak, begitupun yang berobat di rumah sakit lain. Sebab itu sudah menjadi penyakit terbanyak sekarang," ujarnya usai Talk Show bertema Berdenyut Sampai Usia Lanjut, akhir pekan kemarin.Refli menjelaskan, penyabab dari PJK ini ialah dikarenakan terjadinya perubahan pola hidup, yakni pola makan serta berkurangnya aktifitas fisik. Ia menerangkan, dahulunya orang banyak mengkonsumsi sayuran, namun saat ini masyarakat umumnya banyak yang memakan fast food (makanan siap saji)."Makanan itu tidak sehat. Karena menyebabkan penumpukan lemak dipembuluh darah, sehingga membuat penyumbatan pembuluh darah. Kalau penyumbatannya hebat, itu lah yang menyebabkan serangan jantung, jika terjadi dipembuluh darah jantung, dan jika dipembuluh darah otak bisa menyebabkan stroke," jelasnya.Kekurangan aktifitas fisik seperti berolahraga menjadi faktor penyebab selanjutnya.Apalagi ditambah pola makan yang tidak sehat itulah yang membuat PJK menyerang."Gerak tubuh tidak ada, keseharian hanya di depan komputer.Mau makan pun makanan tinggal pesan dan datang sendiri," ujarnya.Untuk gejala PJK ini, kata Refli rasa sakit terjadi di dada sebelah kiri yang umum seperti ditusuk jarum. Rasa sakit itu dapat menyebar keleher, bahu kiri, lengan kiri, kadang juga rasa sakitnya seperti ditekan oleh beban berat, walaupun terkadang pula gejalanya tanpa rasa sakit, berupa hanya sesak."Usia penderitanya baru terjadi pada lelaki di atas 40 tahun dan wanita setelah monopause yakni 40-45 tahun. Untuk usia muda karena pola hidup ini PJK tidak terjadi. Tetapi karena narkoba, saya pernah menemukan pasien di usia 28 tahun, tetapi seluruh pembuluh darahnya sudah tersumbat," pungkasnya.(BS02)