Berlama-lama Menggunakan Headset Bisa Merusak Pendengaran

Herman - Sabtu, 23 April 2016 10:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Berlama-lama-Menggunakan-Headset-Bisa-Merusak-Pendengaran.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Bila Anda termasuk orang yang sering mendengarkan musik atau suara menggunakan headset, saatnya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut. Pasalnya, jika digunakan dengan volume yang cukup tinggi dan intensitas waktu yang tinggi pula, lambat laun hal itu dapat membuat telinga menjadi cidera."Perlu diketahui penggunaan headset dapat menciderai telinga, apalagi dengan volume yang keras dan waktu yang lama," kata dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) dr M Pahala Hanafi Harahap Sp THT-KL.Disebutkannya, efek buruk yang bisa terjadi jika menggunakan headset ialah cidera permanen pada telinga. Namun dampaknya, kata dia, tidak langsung dirasa melainkan beberapa tahun kemudian. Bahkan sambungnya, mendengarkan pemutar musik personal secara reguler dalam volume tinggi ketika muda kelak kemampuan mendengarnya bisa menghilang. "Itu tergantung kekuatan dari telinga, ada yang lebih mudah cidera dan ada yang lebih tahan. Itu biasa butuh waktu baru terasa efeknya," katanya.Dijelaskannya, bahwa perjalanan sebuah suara dari luar menuju telinga melewati proses yang cukup panjang. Saat ada suara masuk ke telinga maka suara tersebut memberi getaran kepada gendang telinga. Getaran itu lalu, diteruskan ke tulang kecil yang ada di tengah telinga dan diubah menjadi gelombang menuju koklea. Selanjutnya, terdapat rambut-rambut halus yang mengubah suara itu menjadi impuls listrik yang akan dihantar menuju otak.Disebutkannya, gejala yang umum terjadi adalah kuping mulai berdegung, dan pendengaran mulai berkurang. Karena itu, bila sudah mengalami gejalanya disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter spesialis THT. "Sebaik-baiknya penggunaan headset ialah tidak dengan menggunakan volume yang tinggi dan tidak dalam waktu yang lama," ujarnya menyarankan.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Family Gathering, Kapusziad Mempererat Silaturahmi

Kesehatan

RS Adam Malik Lakukan Operasi Cochlear Implant, Harapan Bagi Anak untuk Mendengar

Kesehatan

Inilah Bahayanya Jika Anda Sering Membersihkan Telinga

Kesehatan

RS Khusus Mata Pemprovsu Layani Penyakit Khusus Mata dan THT

Kesehatan

Gubsu Resmikan Rumah Sakit Khusus Pemprovsu

Kesehatan

Walikota Medan Minta PT Taspen Meningkatkan Pelayanan