Kasus DBD di Dairi Meningkat, Dinkes Akui Belum Ada Laporan Korban Meninggal

- Kamis, 21 April 2016 18:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Kasus-DBD-di-Dairi-Meningkat--Dinkes-Akui-Belum-Ada-Laporan-Korban-Meninggal.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/Ilustrasi
Nyamuk Aedes Aegypti 
Beritasumut.com-Sebanyak 107 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di Kabupaten Dairi, terhitung dari Januari hingga April 2016. Kepala Bidang Pengendalian dan Pembarantasan Penyakit (P2P) Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Dairi, Hisar Sinambela pada  Kamis (21/04/2016) mengakui bahwa terjadinya peningkatan kasus disebabkan karena banyaknya vector nyamuk Aedes Aegypti yang dipengaruhi faktor iklim.

"Di bulan April ini, tercatat 37 kasus DBD yang dialami anak sekolah dan orangtua yang menjalani perawatan. Terjadinya peningkatan dikarenakan adanya perubahan iklim," ujarnya. Karenanya jelas Hisar, untuk mengantisipasi merebaknya kasus DBD itu, pada Jumat (22/04/2016) akan dilakukan gotong royong massal di dua kecamatan yang rencananya langsung dilakukan bersama Bupati Dairi.

"Sejak adanya peningkatan kasus DBD, semua pihak kecamatan dan kelurahan kita panggil untuk mengantisipasi dan mengatasi kasus DBD. Kalau ada kasus, kita langsung melakukan foging dan meracun jentik nyamuk," ujarnya. Hisar mengakui selain mengadakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat, Dinkes juga selalu memberikan penyuluhan."Pelaksanaan gotong royong massal dilaksanakan di kecamatan Sidikalang dan Sitinjo. Di kecamatan itu yang banyak jumlahnya. Tapi bukan berarti merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB)," ucap Hisar.

Sementara itu, disinggung adanya korban yang meninggal diakibatkan kasus DBD tersebut, Hisar mengatakan belum mengetahuinya. "Kita belum tau ada yang meninggal, kita cek dulu ya data datanya," ujarnya.

Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Hikmed melalui staf bagian DBD Frans mengatakan, kasus DBD di Dairi pada bulan Januari sebanyak 7 kasus, dan Februari sebanyak 35 kasus. "Jumlahnya 42 kasus DBD dan 1 diantaranya meninggal. Namun untuk bulan Maret dan April, pihaknya, belum ada menerima laporan dari dinas kesehatan Dairi termasuk laporan surveilans.

"Biasanya, laporan kita terima setiap tanggal 10, seperti Januari diterima di tanggal 10 bulan Februari. Tapi, bulan Maret, belum ada kita terima walaupun kita sudah menghubungi dan mengimbau langsung," terang Frans. Begitupun mengenai terjadinya peningkatan kasus DBD, Frans mengatakan, pihaknya juga belum ada menerima laporan dari Kabupaten tersebut.

Informasi yang didapat dari masyarakat Dairi, tiga warga Dusun Liangborok, Desa Lae Nuaha, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, tewas karena terjangkit penyakit DBD. Ketiga korban tewas masing-masing Putri Diane Eklesia boru Sihombing (16) pelajar Kelas II SMK Swasta HKBP Sidikalang, Elisa boru Manalu (21) serta bayinya yang baru lahir. (BS02)


Tag:
DBD

Berita Terkait

Kesehatan

Jumlah Kasus DBD di Sumut Mencapai 8.963 Orang

Kesehatan

Wabah KLB Malaria dan DBD di Nisel Diperpanjang hingga Akhirnya Desember

Kesehatan

Jumlah Kasus DBD di Sumut Meningkat Menjadi 5.853

Kesehatan

Delapan Orang Meninggal, Nias Selatan Darurat Wabah DBD dan Malaria

Kesehatan

Dinas Kesehatan: Penyebaran Nyamuk Wolbachia Belum Dilakukan

Kesehatan

Hingga Agustus, Kasus DBD di Medan Mencapai 1.357 Orang