Teknologi Sel Punca, Indonesia Bisa Jadi Acuan Masyarakat ASEAN

- Sabtu, 16 April 2016 23:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Teknologi-Sel-Punca--Indonesia-Bisa-Jadi-Acuan-Masyarakat-ASEAN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/BS02-rel
Menristekdikti Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke UPT Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM-FKUI Gedung CMU lantai 5, pertengahan pekan kemarin.
Beritasumut.com-Perkembangan teknologi sel punca, atau 'stem cell technology' di dunia sangat cepat.Stem cell adalah inovasi teknologi yang sangat maju.Terapi sel punca mulai dikembangkan di dunia pada tahun 1996, dan Indonesia memulainya sekitar tahun 2007. Sel punca bisa dikembangkan dari embrio, tali pusat bayi baru lahir, jaringan sendiri (autologous) maupun orang lain (allogenic).

 

Menristekdikti Nasir menekankan agar teknologi sel punca ini segera dapat berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat."Jika teknologi sel punca ini dapat berkembang dengan baik, maka harapannya kesehatan masyarakat Indonesia akan menjadi lebih baik juga," ujar Nasir dilansir dari laman resmi ristekdikti.go.id saat melakukan kunjungan kerja ke UPT Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM-FKUI Gedung CMU lantai 5, pertengahan pekan kemarin.

Sementara itu, Dekan FKUI Ratna Sitompul menjelaskan bahwa pengembangan teknologi sel punca di seluruh dunia, keunggulannya kurang lebih hampir sama. "Jika Indonesia ingin bertarung di dunia, Indonesia bisa memulainya," ujarnya.

Di tempat yang sama, Dirut RSCM Heriawan Soejono mengatakan jikan teknologi ini mampu mengobati beberapa penyakit."Ada penyakit yang berkaitan dengan tulang, otot, maupun kanker di tulang dan otot, penyakit tersebut dapat kami obati dengan teknologi sel punca. Sehingga adik-adik kami yang terkena kanker tulang dan otot, bisa bermain bola lagi," sebut Heriawan. 

Heriawan meyakini bahwa di masa depan, bukan tidak mungkin Indonesia RSCM-FKUI UPT Teknologi Sel Punca, akan menjadi acuan bagi masyarakat ASEAN, seandainya fasilitas riset dan kualitas SDM Indonesia terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari akademisi, pebisnis, dan pemerintah (academicians-bussiness persons-the Government).(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

RSUP H Adam Malik Belum Temukan Pasien Parkinsonis Terinfeksi HIV

Kesehatan

Rugikan Pasien, RS Swasta yang Lakukan Transfusi Darah Harus Ditertibkan

Kesehatan

Jumat Besok, Rumah Sakit USU Gelar Pemeriksaan EKG Gratis

Kesehatan

BPJS Kesehatan Gelar Goes To School di SMP Budi Murni I Medan

Kesehatan

Diabetes Mellitus, Penyakit Paling Banyak Ditangani RSUD dr Pirngadi Medan

Kesehatan

Empat Poliklinik RSU FL Tobing Buka Pelayanan Sore Hari