Beritasumut.com-Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengalokasikan dana Rp 80 miliar untuk Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Dana tersebut untuk mengcover jaminan kesehatan masyarakat di 33 kabupaten/kota di Sumut minus Kabupaten Pakpak Bharat.Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut Afwan Lubis, Pakpak Bharat tidak dicover dalam program Jamkesda Sumut karena jumlah penduduknya sedikit dan akan dicover sendiri melalui anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat."Dari total penduduk Sumut sebanyak 13.215.401 jumlah penduduk Sumut, yang dicover dalam Jamkesda ini sebanyak 289.990 jiwa. Terbanyak ada di Kota Medan sebanyak 57.090 jiwa, kemudian Deli Serdang 55.000 jiwa. Sementara Pakpak Bharat mengcover sendiri masyarakatnya," ujar Afwan Lubis, Rabu (06/04/2016).Dia merinci untuk Kota Binjai sebanyak 7.500 jiwa, Tebing Tinggi 3.000 jiwa, Siantar 1.000 jiwa, Tanjung Balai (3.200), Sibolga (1.800), Padangsidempuan (6.000), Langkat (19.500), Karo (5.000), Simalungun (15.700), Dairi (6.000), Asahan (13.500), Batubara (8.800). Labuhan Batu (11.300), Labuhan Batu Utara (6.700), Labuhan Batu Selatan (8.000), Tapanuli Utara (4.500), Tapanuli Tengah (9.000), Tapanuli Selatan (5.400), Tapanul Tengah (9.000), Tapanuli Selatan (5.400), Padang Lawas (4.600), Padang Lawas Utara (6.700), Nias (1.300), Toba Samosir (3.300), Mandailing Natal (8.000), Nias Selatan (2.000), Samosir (2.700), Serdang Bedagai (12.500), Nias Barat (500), Gunung Sitoli (800) dan Nias Utara 500 jiwa."Data tersebut dapat berubah jika ada update dari kabupaten/kota. Juga bisa menambah peserta seandainya masih ada sisa kuota yang diberikan. Tapi tetap harus memenuhi syarat BPJS yaitu NIK, KTP, KK," tambahnya.(BS01)