Beritasumut.com - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan sampai saat ini kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) pada komunitas pekerja hiburan di Kota Medan masih cukup tinggi sekitar 15 sampai 20 persen.
Hal ini cukup memprihatinkan mengingat IMS merupakan salah satu pintu masuknya virus HIV/AIDS. Masalah HIV kini bukan hanya menjadi masalah berisiko tinggi bagi Pengguna Narkoba Suntikan (Penasun), Wanita Penjaja Seks (WPS), waria, serta hubungan seksual pria dengan pria (gay), namun sudah memasuki kepada faktor risiko tinggi terhadap ibu rumah tangga dan bayi.
Hal ini dikatakan oleh Pj Wali Kota Medan diwakili Asisiten Kesmas Erwin Lubis saat membuka pelaksanaan penguatan komunitas pekerja hiburan peer education, kepada para pekertja hiburan di Kota Medan yakni oukup, massage, spa, hotel, dan kafe, di Hotel Antares, Medan, Kamis (12/11/2015).
Erwin mengatakan, Pemerintah Kota Medan telah berupaya melakukan pencegahan pencegahan penularan HIV secara seksual salah satunya dengan program Pencegahan Melalui Transmisi Seksual (PMTS), namun secara jujur program ini belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Perlu usaha yang lebih besar dan luas lagi untuk mengurangi risiko penularan HIV/AIDS di Medan.
"Kita ingin meningkatkan wawasan dan pengertahuan para pekerja hiburan guna mendukung pelaksanaan program pencegahan penularan HIV dan IMS melalui transmisi seksual, agar nanti mereka mampu mendorong komunitasnya memenuhi hak-hak dan melaksanakan kewajibannya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," harap Erwin.
Diharapkan pelatihan penguatan komunitas pekerja hiburan peer education dapat mendorong program PMTS dan melalui penguatan komunitas di lokalisasi terutama pekerja seks selaku kepentingan utama, sebagai objek sekaligus subjek, dan kepada peserta diminta untuk tetap hadir mengikuti kegiatan ini agar menambah pengetahuan dan wawasan sehingga masalah penyakit menular seksual bisa diantisipasi tidak menimbulkan penyakit baik pada diri sendiri, keluaraga dan lingkungannya. (BS-001)