Waspadai Cuaca Ekstrim, Rentan DBD dan ISPA

Redaksi - Minggu, 20 September 2015 15:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Waspadai-Cuaca-Ekstrim--Rentan-DBD-dan-ISPA.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi
Modesta Marpaung.

Beritasumut.com - Kondisi cuaca yangtidak stabil maupun cuaca ekstrim sangat rentan menimbulkan banyak penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Pemerintah Kota (Pemko) Medan didesak agar memberikan perhatian serius dan warga tetap waspada.

 

“Cuaca yang tidak stabil harus diwaspadai. Potensi penyakit DBD sangat tinggi. Begitu juga penyakit ISPA karena asap mudah terserang khususnya anak-anak. Jika ini tidak disikapi serius sangat berbahaya,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Medan Modesta Marpaung AMKeb SKM di Medan, Jumat (18/9/2015) menyikapi ilkim yang berubah-ubah saat ini.

 

Kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, kata Modesta, supaya mengintruksikan seluruh petugas puskesmas rawat inap dan puskesmas pembantu (Pustu) tetap siaga melayani masyarakat terkait keluhan dan gejala penyakit. Juga bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan disarankan segera berobat.

 

“Kita sarankan Dinas Kesehatan agar mendidrikan posko kesehatan. Ini bentuk pelayanan kesehatan prima dari Pemko Medan. Soal teknisnya bisa kerja sama dengan aparat kelurahan,“ terang Modesta.

 

Apalagi kata Politisi Golkar ini, pernyataan Balai Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Sumbagut, akan terjadi curah hujan. Untuk itu, Pemko Medan diminta supaya mengantisipasi segera mungkin potensi bajir di Medan.

 

Pemko Medan melalui aparat kelurahan dan kepala lingkungan (Kepling) supaya memperhatikan kebersihan lingkungan. Lurah dan kepling dapat menggerakkan masyarakat gotong royong pembersihan lingkungan terutama saluran parit.

 

Sama halnya sosialisasi kesehatan seperti antisipasi penularan penyakit DBD dan menjaga penyakit ISPA. Dinas Kesehatan harus tetap melakukannya dan tetap mengaktifkan posyandu. Khusus mensiasati bahaya penyakit DBD harus ada sosialisasi yang rutin dan melakukan fogging (pengasapan) seperlunya. Bahkan pemberian masker bagi warga yang membutuhkan  tetap diperhatikan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Dinkes Asahan Waspadai Penyebaran Malaria di Daerah Pesisir

Kesehatan

XL Peduli Banjir Padang, Bantu Korban Melalui CSR

Kesehatan

Banjir dan Longsor di Sangihe Sulawesi Utara, Empat Orang Tewas

Kesehatan

Korban Longsor di Jateng Bertambah Jadi 47 Orang, 15 Masih Hilang

Kesehatan

Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Bergerak Bantu Korban Longsor di Jateng

Kesehatan

Korban Tewas Akibat Banjir Jateng Bertambah Jadi 35 Orang