Beritasumut.com – Mencukur bulu kemaluan dianjurkan dalam agama Islam. Mencukur bulu kemaluan bagi pria maupun wanita disarankan dilakukan secara rutin, setiap 40 hari. Dikutip dari klikdokter.com, Sabtu (7/3/2015), mencukur bulu kemaluan yang dilakukan dengan cara yang tepat dapat memberikan beberapa manfaat dari sisi kesehatan.Berikut manfaat kesehatan mencukur bulu kemaluan. Dengan mencukur bulu kemaluan, proses pembersihan produk kelenjar minyak/keringat dapat dilakukan dengan sempurna. Bila produk kelenjar tersisa di area bulu, maka menyebabkan area tersebut lembab dan bakteri mudah berkembang biak (menyebabkan gatal, bengkak, kemerahan, dll).Kemudian, memastikan bulu kemaluan tetap tipis akan mencegah bersarangnya tungau/kutu kelamin (jenis Phthirus pubis).Lalu mencegah timbulnya bau tidak sedap karena partikel kotoran dan sel-sel kulit mati mudah dibersihkan.Bulu kemaluan yang terlalu tebal akan mengganggu pembersihan organ kelamin karena menghalangi sampainya air pembasuh ke organ tersebut (misalnya pada saat mandi dan membasuh setelah berkemih bagi wanita).Sementara dari sisi seksual, bulu kemaluan yang dicukur akan memberikan penampilan yang rapi dan bersih sehingga mampu meningkatkan gairah untuk berhubungan seks.Namun ada hal-hal yang penting diperhatikan saat mencukur bulu kemaluan yakni pastikan kebersihan alat-alat yang digunakan untuk mencukur bulu kemaluan (sebaiknya pisau cukur sekali pakai). Hati-hati dalam melakukan proses pencukuran, bersihkan rambut dengan sabun selesai mencukur, serta gunakan antiseptik/krim antibiotik bila terdapat luka.Cukup banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dengan mencukur bulu kemaluan, disamping sekaligus menjalani anjuran bagi yang beragama Islam. Jadi, tidak perlu ragu untuk mencukur rambut kemaluan. Ingat, kebersihan sebagian dari iman dan kebersihan merupakan kunci kesehatan. (BS-001)