Siti Diduga Sakit Kaki Gajah Sejak Usia 10 Tahun

Redaksi - Rabu, 11 Februari 2015 23:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022015/beritasumut_Siti-Diduga-Sakit-Kaki-Gajah-Sejak-Usia-10-Tahun.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin berbincang dengan Siti. (Ist)

Beritasumut.com – Harapan Siti Mutmaina (24) untuk hidup normal tampaknya bakal terwujud.  Setelah belasan tahun kedua kakinya mengalami pembengkakan seperti penyakit kaki gajah  (elephantiasis) dan hanya mendapatkan pengobatan seadanya menyusul ketidakmapuan kedua orang tuanya, kini  gadis malang warga Gang Pendidikan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan itu menjalani perawatan medis secara intensif setelah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin membawanya ke Rumah Sakit Murni Teguh, Jalan Jawa, Medan, guna menyembuhkan penyakitnya tersebut.

Sejumlah warga, terutama kalangan ibu-ibu tampak terharu dan menitikkan air mata saat melhat Wali Kota dengan penuh perhatian membimbing Siti  menuju mobil yang akan membawanya menuju rumah sakit. Sebab, mereka selama ini iba dan prihatin dengan penderitaan yang dialami putri  bungsu pasangan Abdul Rahim (alm) dan Misnah (70). Kemiskinan membuat penyakit yang diidap Siti sejak berusia 10 tahun itu tak kunjung mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Akibatnya penyakit Siti pun semakin parah. Selain kedua kakinya mengalami pembengkakan, kini dari paha kirinya tumbuh daging yang lama kelamaan membesar sehingga menyulitkannya untuk beraktifitas. Karena itulah warga sangat mengapresiai dan berterima kasih atas kemurahan hati Wali Kota dengan membawa Siti ke RS Murni Teguh. Dengan bantuan yang diberikan Wali Kota itu, warga berharap penyakit Siti sembuh. 

"Semoga upaya yang dilakukan Pak Wali dapat menyembuhkan penyakit Siti," kata salah seorang ibu sambil megusap air mata yang membasahi pipinya.

Ketika Wali Kota tiba di kediamanannya, Siti duduk di lantai yang dilapisi ambal lusuh ditemani ibunda tercinta. Meski penyakit yang dideritanya tergolong  parah namun wajahnya tak menyiratkan rasa sakit sedikit pun. Siti tampak tegar dan ikhlas menerima penyakit yang  telah menggerogoti kedua kakinya tersebut. Sikap Siti itu sontak memantik rasa haru Wali Kota, tanpa berkata panjang, mantan Sekda Kota Medan itu langsung mengajak Siti untuk mengobati penyakitnya ke rumah sakit.

Siti langsung mengamini ajakan Wali Kota. Dia pun berusaha berdiri dibantu Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution. Setelah itu Wali Kota membimbingnya ke luar rumah menuju mobil diikuti ibunya dari belakang. Dengan menggunakan mobil milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Siti pun dibawa menuju RS Murni Teguh diiringi mobil Wali Kota di belakang. Warga setempat melepas kepergian Siti berobat dengan tetesan air mata haru dan bahagia karena Siti akhirnya mendapatkan perawatan medis yang maksimal.

Sebelum meninggalkan lokasi untuk membawa Siti berobat, Wali Kota kepada wartawan mengatakan upaya yang dilakukannya ini untuk membantu mengurangi beban orang tua Siti guna menyembuhkan penyakit tersebut. 

"Kita bawa Siti berobat ke RS Murni Teguh agar mendapatkan perawatan secara intensif. Kita berharap dengan tenaga medis yang dimiliki, penyakit Siti bisa diobservasi dan disembuhkan," kata Wali Kota.

Mengenai biaya selama menjalani perawatan, Wali Kota mengatakan Siti sementara menggunakan BPJS. Setelah dilakukan observasi dan diketahui apa penyakit yang dideritanya, akan diputuskan pengobatan selanjutnya apakah masih bisa menggunakan BPJS atau tidak. Jika tidak, Pemkot Medan akan mencari solusi mengatasinya. 

"Yang kita inginkan penyakit Siti bisa disembuhkan," ungkapnya.

Sementara itu dr Robin yang ikut mendampingi Wali Kota membawa Siti ke rumah sakit menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, penyakit yang diidap gadis malang itu mengalami pembengkakan pada kedua kakinya. Jika melihat gejalanya, diduga Siti mengidap penyakit kaki gajah (elephantiasis) .

dr Robin menduga, penyebab penyakit itu akibat Siti kurang minum obat cacing pada masa kanak-kanak. Akibatnya pada usia 14 tahun, kedua kakinya mengalami pembengkakan. Sedangkan pembengkakan daging yang keluar dari paha kirinya, dr Robin menduga akibat komplikasi dari penyakit elephantiasis yang diidapnya.

"Untuk itulah kita akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui penyakit yang diidap Siti. Diagnosis kita sementara, dia terkena penyakit elephantiasis. Kita akan berusaha sekuat tenaga menyembuhkan penyakit ini, sebab penyakit ini sudah kronis karena menyerang Siti sejak belasan tahun," ungkap dr Robin. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait