Medan, (beritasumut.com) – Vagina dapat mengalami perubahan setelah melahirkan terutama ketika melahirkan secara normal. Ketika melahirkan secara normal, bayi akan keluar melalui mulut rahim dan vagina.
Dikutip dari klikdokter.com, Kamis (25/12/2014), vagina juga harus cukup besar dan lentur agar bayi dapat keluar. Bahkan seringkali kulit di antara vagina dan anus, perineum, dapat robek atau digunting oleh dokter untuk mempermudah proses persalinan.
Lalu, perubahan apa saja yang terjadi pada vagina setelah melahirkan? Vagina akan terlihat lebih lebar dari sebelumnya dan akan "terasa" lebih kendur, halus dan "terbuka". Hal ini normal adanya dan bengkak serta "terbuka" tersebut akan berkurang beberapa hari setelah bayi lahir.
Vagina juga mungkin tidak akan kembali secara komplit ke bentuknya seperti sebelum melahirkan, namun tidak perlu khawatir. Karena ada solusi sederhana yang dapat membantu.
Solusinya, lakukan senam kegel secara rutin untuk mengembalikan kekuatan otot-otot vagina dan otot dasar panggul.
Kemudian apa yang harus dilakukan jika kondisi vagina kurang lubrikan, atau kering? Dapatkah untuk memulai hubungan seks? Adakah dampak bahayanya?
Hal ini normal dialami pada wanita setelah melahirkan. Kekeringan pada vagina ini disebabkan oleh penurunan hormon estrogen pada tubuh dibandingkan saat hamil.
Pada wanita yang menyusui, kadar estrogen akan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak meyusui, sehingga kekeringan akan lebih terasa. Ketika sudah berhenti menyusui dan siklus menstruasi kembali normal, maka kekeringan vagina biasanya tidak dialami lagi.
Solusinya, kekeringan pada vagina menengarai pada kondisi rasa nyeri ketika bersenggama. Untuk mengatasinya, dapat membantu dengan lubrikan.
Kemudian jika vagina kering, bagaimana untuk kondisi memulai hubungan seks? Akankah menimbulkan dampak nyeri?
Nyeri pada area vagina umum dialami setelah melahirkan dan biasanya akan membaik 6-12 pekan setelah melahirkan.
Solusinya, lagi-lagi senam kegel juga dianjurkan untuk mengurangi nyeri. Pastikan untuk membersihkan luka bekas jahitan setiap hari dan jika merasakan nyeri yang hebat, dapat meminta dokter untuk meresepkan obat pengurang rasa sakit yang aman bagi wanita menyusui.
Lalu kapankah waktu yang ideal untuk dapat kembali melakukan hubungan seksual setelah melahirkan? Tidak ada waktu yang tepat atau tidak tepat untuk kembali memulai hubungan seks setelah melahirkan.
Namun janganlah terburu-buru jika merasakan nyeri saat berhubungan seks karena vagina yang kering. Solusinya, dapat menyiasatinya dengen menggunakan lubrikan. Selain itu janganlah lupa untuk menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan, karena sangat mungkin dapat kembali hamil tiga pekan setelah melahirkan. (BS-001)