Beritasumut.com - TW alias Ria (14) tiba-tiba menyelimuti dan membekap tubuh mungil Kezia Nataniella Boru Simanjuntak. Bocah perempuan berusia 2 tahun 4 bulan pun meninggal dunia.Aksi TW itu merupakan salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan terhadap Kezia di rumah korban di Jalan Jamin Ginting Gang Keluarga, Kwala Bekala, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (29/5/2015). Keluarga yang hadir menyaksikan kejadian itu pun langsung histeris. Mereka meneriaki dan memaki-maki pelaku serta memintanya dihukum berat. "Pembunuh, pembunuh," teriak mereka.Keluarga mengaku sangat kecewa karena TW selama ini dipercaya untuk merawat Kezia. Bahkan dia sudah dianggap sebagai anak.Rekonstruksi itu digelar Polsek Delitua untuk melengkapi berkas penyidikan. Kegiatan yang juga disaksikan jaksa dari Kejari Medan ini berlangsung singkat. "Ada 12 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi ini. Meski ada emosi dari keluarga, situasi dapat kita kendalikan," kata Kapolsek Delitua AKP Azwar.Saat melakoni adegan-adegan itu, TW terus menangis. Usai rekonstruksi dia mengaku sangat menyesali perbuatannya. "Saya sangat menyesal, saya mohon maaf kepada keluarga," ucapnya sambil terisak.Kasus pembunuhan terhadap Kezia terjadi pada April lalu. Putri pasangan dari Simon Petrus Simanjuntak dengan Erniati Boru Ginting ini diduga tewas di tangan pengasuhnya TW.Sang pengasuh ditangkap tak lama setelah kejadian. Dalam pemeriksaan polisi memberi keterangan berbelit-belit mengenai alasannya melakukan pembunuhan itu. Awalnya dia mengaku tidak sengaja, kemudian mengaku cemburu dengan keberadaan Kezia. Belakangan dia juga mengaku melakukan perbuatan itu karena dendam. (BS-001)