Beritasumut.com-PT AP II sebagai pengelola Bandara Kuala Namu akan melakukan penyelidikan terkait empat wanita penumpang Lion Air nomor penerbangan JT 970 dari Bandara Kuala Namu diamankan di Bandara Juanda Surabaya.Manajer Humas Bandara Kuala Namu Wisnu Budi Setianto menerangkan keempat penumpang tersebut merupakan penumpang Surabaya transit Batam. "JT 970 rute penerbangannya dari KNO–Batam–Surabaya. Sehingga belum dapat dipastikan apakah sabu dimaksud dibawa dari KNO atau dari Batam, Avsec Bandara Kualanamu sedang menelusuri kejadian dimaksud," terangnya, Jumat (06/05/2016).Diberitakan sebelumnya, empat wanita penumpang Lion Air nomor penerbangan JT 970 dari Bandara Kuala Namu diamankan di Bandara Juanda, Surabaya karena kedapatan membawa sabu. Keempatnya masing-masing Nf (28) warga Desa Alue Rheng, Kecamatan Peudada Kabupaten Bereuen Aceh, Ay (33) warga Jalan Sukasari No 87 B Desa Sukamaju, Kecamatan Medan Johor, LM (29) warga Dusun Gorila RT000/000, Keude Alue Rheng, Kecamatan Peudada Kabupaten Bereuen Aceh dan Kh warga Medan diamankan di Bandara Juanda, Surabaya, Selasa (03/05/2016) malam.Menurut Wisnu, personil Avsec telah melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan SOP-nya. Tugas utamanya adalah pengawasan terhadap barang dalam kategori 'danger goods' yang akan membahayakan penumpang dan pesawatnya, tetapi tetap membantu pihak kepolisian dalam hal pemberantasan narkoba melalui Bandara. "Kalau calon penumpangnya diperiksa dengan Hand Metal Detector yang akan berbunyi bila mendeteksi adanya bahan sejenis metal yang ada di calon penumpang. Sejauh ini, personil Avsec telah banyak menggagalkan dan mengamankan calon penumpang yang membawa narkoba, khususnya penerbangan domestik. Personil Avsec selalu berusaha dan mencegah agar kemungkinan lolosnya barang dimaksud tidak terjadi," tegas Wisnu.(BS05)