Beritasumut.com-Sengketa kepemilikan lahan antara mantan Pangdam I/BB BS dan PT PBC di Komplek MMTC menyebabkan akses keluar masuk ke Sekolah Nasional Plus Cinta Budaya (Chong Wen) terganggu. Pasalnya, setelah sengketa tersebut mencuat, lahan itu ditembok dan menutup akses keluar masuk ke Sekolah Chong Wen.Pantauan beritasumut.com, tembok setinggi 2 meter tersebut dibangun di depan gerbang sekolah. Di tengah-tengah tembok dibangun gerbang sepanjang 6 meter untuk keluar masuk pihak sekolah. Tepat di sebelah gerbang, dibangun bangunan berwana hijau seluas 4x4 meter dengan logo Kodam I Bukit Barisan di depannya. Terlihat beberapa orang berseragam hitam (seperti seragam pasukan keamanan) berjaga di sekitaran gerbang. Beberapa terlihat mengatur lalu lintas di luar wilayah gerbang.Subur, salah seorang pegawai Sekolah Nasional Plus Cinta Budaya membenarkan bahwa tembok dibangun sejak beberapa hari terakhir, begitupun dengan penempatan beberapa pihak kemananan berseragam. "Tapi bagaimana mungkin ini tanah sengketa, sekolah ini sudah berdiri lima tahun lamanya. Kalau memang iya tanah sengketa, tidak mungkin bisa berdiri waktu itu," ujarnya, kepada beritasumut.com, Selasa (03/05/2016).Diberitakan sebelumnya, penembokan ini sebagai dampak dari pelaporan Direktur Utama PT PBC, AES (60), warga Jalan Garu VI, Lingkungan X, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, melaporkan mantan Pangdam I/BB Mayjen TNI (Purn) BS ke Polda Sumut dan Pomdam I/BB atas dugaan penyerobotan lahan seluas 2,3 hektar di Jalan Melati (Komplek MMTC), Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Atas hal ini Mantan Pangdam I/BB pun melaporkan balik ke Polda Sumut PT PBC. Kasus ini sekarang sedang ditangani Polda Sumut.(BS07)