Beritasumut.com-Perang terhadap narkoba tidak hanya menjadi tanggungjawab aparat hukum seperti halnya Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun semangat memerangi narkoba harus terus digelorakan oleh seluruh masyarakat luas. Hal ini dikatakan Anggota DPR-RI Trimedya Panjaitan saat menjadi narasumber dalam diskusi Publik Menggelorakan Perang Terhadap Narkoba di Hotel danau Toba Jumat (22/4). Turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini Wakapoldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto, tokoh pemuda Sastra SH MKn, akademisi dari USU Dr. Faisal Akbar Nasution SH MHum dan perwakilan dari Kodam I BB Sersan Mayor Ermon.Dalam kesempatan itu, Trimedya Panjaitan mengaku sebagai orangtua pantas khawatir dengan ancaman bahaya narkoba yang sudah merambah ke kalangan anak-anak. Menurutnya selain persoalan teroris, narkoba menjadi pembahasan utama saat dirinya berdialog bersama Kapolri baru-baru ini."BNN dan polisi adalah Garda terdepan motor dari pemberantasan narkoba. Untuk itu kita sangat mengharapkan Polri terutama BNN sungguh-sungguh dalam pemberantasan narkoba ini. Makanya kita tidak tanggung mendorong Polri ini dari terutama segi anggaran. Polri ini pada 2006 angaran Rp16 triliun. Tapi sekarang mencapai Rp67,2 triliun. Begitu juga BNN, sebelumnya Pak Budi Waseso sempat mengeluh anggaran BNN minim hanya Rp328 milir. Tapi 2016 ditingkatkan menjadi Rp1,4 triliun," ujar Trimedya yang juga sebagai Ketua Umum Serikat Pengacara Indonesia (SPI). Dengan sokongan anggaran tersebut lanjut Trimedya diharapkan Polri dan BNN bisa bekerja maksimal dibantu dengan institusi lainnya termasuk Aparatur Sipil, TNI dan masyarakat. Adanya keterlibatan oknum aparat hukum dalam peredaran narkoba hendaknya menjadi pembelajar ditingkat internal agar lebih ketat melakukan pengawasan. Dalam kesempatan itu Trimedya juga mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak bermain dan memanfaatkan rehabilitasi sebagai ajang bisnis. "Rehabilitasinya jangan dibisniskan juga ini. Jangan yang seharusnya pengedar jadi pemakai lalu direhab. Senin ini Propam Mabes Polri akan hadir salah satunya ke Polres Tebing Tinggi dan Polres Dairi karena dianggap ada aparat yang bermain dalam pemberantasan narkoba. Kita menunggu hasilnya nanti," ujarnya.(BS03)