Beritasumut.com–Adanya pengakuan mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubuk Pakam Setia Budi Irianto, ada oknum anggotaBadan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) yang meminta uang kepada Togi alias Toge, napi diamankan saat razia tim gabungan di Lapas LubukPakam yang mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas.AKBP Joko Susilo pun menantang Setia Budi Irianto untuk buka-bukaan dan membuktikan siapa oknum BNNK yang menerima uang dari Togi. Dia menerangkan Togi yang diamankan saat razia memang sudah menjadi intaian BNN pusat. "Togi merupakan intaian BNN dari Jakarta, Togi sudah dibawa ke Jakarta. Tiga kali pengiriman barang (narkoba) digagalkan dan semuanya milik Togi," terang Joko.Disinggung adanya pernyataan Setia Budi Irianto, ada oknum BNNK yang menerima uang dari Togi, Joko menegaskan apa yang dilakukan Setia Budi Irianto merupakan kebodohan. "Kalau ada pernyataan Budi jika ada personil BNN yang menjumpai Togi meminta uang itu Bodoh," ujar Joko.Dia juga menantang Setia Budi Irianto untuk membuktikan siapa oknum BNNK yang meminta uang kepada Togi. "Buktikan siapa orangnya, kalau mau buka–bukaan bagus. BNN mana? saya akan tindak tegas," ujarnya. Ditanya apakah masih ada target BNN di Lapas Lubuk Pakam, Joko mengatakan masih ada yang diincar BNN didalam Lapas. Namun dirinya tidak bersedia mengungkapkan siapa yang menjadi target BNN di lapas Lubuk Pakam. "Masih ada lagi yang diincar sama BNN di dalam Lapas. Seharusnya jangan dicopot tapi dipecat, mereka tidak mungkin tidak tau dimana barang (narkoba) itu." kata Joko.Namun saat sejumlah wartawan mewancarainya, Joko meminta stafnya untuk mengabadikan sejumlah wartawan yang sedang mewawancarainya. "Bukankalian saja yang bisa foto-foto, kami juga bisa mengabadikan kalian," ujar Joko. (BS05)