Beritasumut.com-Jenazah petugas Kantor Pajak Pratama (KPP) Sibolga, Prado Toga Fransriano Siahaan, yang tewas dibunuh pemilik gudang getah di Kota Gunung Sitoli, tiba di rumah duka Komplek Perumahan Pertamina Medan Blok III Nomor 4, Jalan Air Bersih, Kecamatan Medan Kota, Rabu (13/04/2016).Jasad korban diterbangkan dari Kota Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Sumut, tadi pagi ke Bandara Kualanamu dan langsung dijemput oleh keluarganya.Puluhan keluarga yang menjemput kedatangan jenazah terlihat meratap histeris. Mereka tak terima korban tewas dibunuh oleh Agusman Lahagu alias Ama Tety (45), saat sedang bertugas menagih pajak. "Pembunuhan ini harus diusut tuntas, jangan sampai polisi berpihak kepada pelaku. Dia (pelaku) harus dihukum mati," teriak keluarga korban sambil meratap.Tante korban, Putri, berharap petugas kepolisian jangan sampai main-main mengusut kasus pembunuhan tersebut. "Polisi terlihat takut mengusut kasus ini. Kami akan melapor ke Presiden Jokowi bila kasus ini tak diungkap dengan setuntas-tuntasnya," ujarnyaSebelumnya, Prado dan rekannya Sozanolo Lase, tenaga honorer KP2KP Gunungsitoli, tewas dibunuh oleh Ama Tety saat menagih pajak sebesar Rp 14,7 miliar. Usai membunuh, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres Nias.(BS04)