Beritasumut.com-Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar mengaku prihatin dengan masih adanya penghubi lapas yang bisa melakukan aktivitas melanggar pidana. Hal ini sekaitan dengan temuan adanya peredaran narkoba yang dikendalikan dari Lapas Kelas II Lubukpakam.Namun, ia menyebut hal ini memang masih marak, jangan terpaku pada Lubuk Pakam. Juga pada lapas di Medan dan berbagai tempat lainnya. Harusnya, kata dia, terpidana itu dibatasi aktivitasnya, sayangnya karena penegakan hukum lemah terpidana masih melakukan tindak pidana."Aparat yang tak dapat diajak kompromi, begitu juga komponen-komponen yg mestinya ikut bersama-sama perang terhadap narkoba. Terasa BNN itu sangat tak berdaya. Mestinya Presiden punya sikap," ujar Shohibul, Selasa (12/04/2016).Diberitakan sebelumnya, dalam kaitan pengungkapan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas diungkap BNN, petugas mendapati jumlah narkoba yang sangat fantastis. Sabu seberat 20 Kg, 5000 butir ekstasi dan 6000 butir pil happy five sebagai barang bukti dari jaringan yang dikendalikan nara pidana tersebut.(BS01)